-
BI RATE TETAP 4,75%, PERTUMBUHAN EKONOMI 2026 DIPERKIRAKAN 4,9%-5,7%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung 21-22 April 2026 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. BI juga memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dalam kisaran 4,9%–5,7%.
-
BANK MANDIRI RAUP LABA BERSIH RP15,4 TRILIUN PADA KUARTAL I 2026
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) dengan profitabilitas yang terjaga kokoh tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1 persen, serta fondasi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7 persen.
-
DPR KETOK PALU SAHKAN RUU PPRT JADI UNDANG-UNDANG
Rapat Paripurna ke-17 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026, yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (21/4/2026), di Gedung Nusantara Komplek DPR/MPR, Jakarta, resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi Undang-Undang.
-
PEMERINTAH TERUS MATANGKAN PROYEK GIANT SEA WALL PANTURA JAWA
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait dengan pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Istana Merdeka, kemarin. Pembangunan giant sea wall ini merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa.
-
TEMUAN SUMBER GAS BLOK GANAL PERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL
Hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap potensi sumber daya gas bumi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dengan porsi kepemilikan 82%, sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec. Temuan ini menunjukkan Indonesia masih memiliki peluang besar mengoptimalkan potensi minyak dan gas bumi (migas) sebagai penopang ketahanan energi nasional dan upaya untuk swasembada energi.
-
TENAGA PENDUKUNG PPIH UJUNG TOMBAK PELAYANAN BAGI JEMAAH HAJI
Sebanyak 423 tenaga pendukung PPIH yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari pemantapan tugas. Mereka dipersiapkan untuk membantu berbagai aspek layanan, mulai dari penyambutan jemaah di bandara, pendampingan di sektor, hingga pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk lansia.
-
BNI TEGASKAN KOMITMEN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN DANA PAROKI AEK NABARA
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan komitmen dalam menyelesaikan pengembalian dana anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantauprapat, Sumatera Utara, sesuai dengan hasil penyidikan aparat penegak hukum. Berdasarkan perkembangan penyidikan pihak kepolisian jumlah dana yang digelapkan dalam kasus ini mencapai sekitar Rp28 miliar.
-
SIDAK GUDANG BULOG DI MAGELANG, PRESIDEN PASTIKAN STOK BERAS MENCUKUPI
Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sidak yang dilakukan usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia Sabtu (18/4/2026) untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
-
SELAT HORMUZ DIBUKA, PEMERINTAH PASTIKAN PASOKAN ENERGI TETAP AMAN
Pemerintah Indonesia menyambut positif keputusan Iran yang terkait pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Pembukaan jalur strategis tersebut menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.
-
GUBERNUR BI PAPARKAN TIGA RESPONS KEBIJAKAN DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DI PADA FMCBG 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan pentingnya untuk tidak hanya memperhatikan neraca transaksi berjalan (current account), tetapi juga neraca finansial (financial account) dalam menilai ketidakseimbangan global. Hal ini karena ketidakseimbangan global di sektor keuangan saat ini dinilai jauh lebih berisiko ke stabilitas perekonomian global.
-
BI RATE TETAP 4,75%, PERTUMBUHAN EKONOMI 2026 DIPERKIRAKAN 4,9%-5,7%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung 21-22 April 2026 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. BI juga memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dalam kisaran 4,9%–5,7%.
-
BANK MANDIRI RAUP LABA BERSIH RP15,4 TRILIUN PADA KUARTAL I 2026
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) dengan profitabilitas yang terjaga kokoh tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1 persen, serta fondasi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7 persen.
-
DPR KETOK PALU SAHKAN RUU PPRT JADI UNDANG-UNDANG
Rapat Paripurna ke-17 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026, yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (21/4/2026), di Gedung Nusantara Komplek DPR/MPR, Jakarta, resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi Undang-Undang.
-
PEMERINTAH TERUS MATANGKAN PROYEK GIANT SEA WALL PANTURA JAWA
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait dengan pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Istana Merdeka, kemarin. Pembangunan giant sea wall ini merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa.
-
TEMUAN SUMBER GAS BLOK GANAL PERKUAT KETAHANAN ENERGI NASIONAL
Hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap potensi sumber daya gas bumi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dengan porsi kepemilikan 82%, sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec. Temuan ini menunjukkan Indonesia masih memiliki peluang besar mengoptimalkan potensi minyak dan gas bumi (migas) sebagai penopang ketahanan energi nasional dan upaya untuk swasembada energi.
-
TENAGA PENDUKUNG PPIH UJUNG TOMBAK PELAYANAN BAGI JEMAAH HAJI
Sebanyak 423 tenaga pendukung PPIH yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari pemantapan tugas. Mereka dipersiapkan untuk membantu berbagai aspek layanan, mulai dari penyambutan jemaah di bandara, pendampingan di sektor, hingga pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk lansia.
-
BNI TEGASKAN KOMITMEN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN DANA PAROKI AEK NABARA
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan komitmen dalam menyelesaikan pengembalian dana anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantauprapat, Sumatera Utara, sesuai dengan hasil penyidikan aparat penegak hukum. Berdasarkan perkembangan penyidikan pihak kepolisian jumlah dana yang digelapkan dalam kasus ini mencapai sekitar Rp28 miliar.
-
SIDAK GUDANG BULOG DI MAGELANG, PRESIDEN PASTIKAN STOK BERAS MENCUKUPI
Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sidak yang dilakukan usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia Sabtu (18/4/2026) untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
-
SELAT HORMUZ DIBUKA, PEMERINTAH PASTIKAN PASOKAN ENERGI TETAP AMAN
Pemerintah Indonesia menyambut positif keputusan Iran yang terkait pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Pembukaan jalur strategis tersebut menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.
-
GUBERNUR BI PAPARKAN TIGA RESPONS KEBIJAKAN DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DI PADA FMCBG 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan pentingnya untuk tidak hanya memperhatikan neraca transaksi berjalan (current account), tetapi juga neraca finansial (financial account) dalam menilai ketidakseimbangan global. Hal ini karena ketidakseimbangan global di sektor keuangan saat ini dinilai jauh lebih berisiko ke stabilitas perekonomian global.
Berita Popular
Berita Popular
Berita Terkini
Lensa dan Video
Berita dan Feature
Berita dan Feature
Topik Pilihan
Bisnis
Nasional









