Seni Budaya

Seni Budaya

LEBARAN BETAWI JAGA TRADISI BUDAYA BETAWI DI TENGAH KEBERAGAMAN

Penyelenggaraan acara Lebaran Betawi merupakan salah satu cara dalam menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman Ibu Kota. Hal tersebut dikatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Lebaran Betawi 2026 yang diselenggarakan Majelis Kaum Betawi bersama Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026).

MAJELIS NYALA PURNAMA: MENJADI PEMENANG BUKAN BERARTI MENJADI PENAKLUK

‘Kemenangan’ pada Idul Fitri lalu mengingatkan pada satu esensi kehidupan yang penting yaitu jadilah seorang pemenang, bukan sekadar penakluk. Jika seorang penakluk merasa bangga karena berhasil menundukkan orang lain atau dunia di sekitarnya demi memuaskan ambisi, maka seorang pemenang sejati merasa bersyukur karena ia berhasil menundukkan hawa nafsu dan egonya sendiri.

SYIAR RAMADAN KAMPUS UI 2026, MENYEMAI SPIRIT MELALUI SENI, BUDAYA, DAN CINTA KASIH

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Universitas Indonesia mengadakan program Syiar Ramadan Kampus UI 2026. Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Kebudayaan UI bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI. Rangkaian kegiatan dari Syiar Ramadan UI 2026 diselenggarakan sejak 1-6 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan.

SWARA SEADANYA BAWAKAN LIR ILIR SASTRO GENDHING DALAM TADARUS CINTA

Kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya membawakan komposisi musik Lir-Ilir Sastro Gendhing dalam acara Tadarus Cinta yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia, Jumat (27/2/2026) pekan lalu.

TADARUS CINTA ALA KOMOENITAS MAKARA

Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia menyelenggarakan Majelis Nyala Purnama #10, dengan tema: “Rahmatan Lil Alamin (Cinta Kasih Terhadap Semua)”. Adapun judul acara adalah “Tadarus Cinta: Cinta Kasih Terhadap Semua”, Jumat (27/2/2026) malam.

MAHASISWA JEPANG BELAJAR SENI BUDAYA INDONESIA DI MAKARA ART CENTER

Direktorat Kebudayaan UI, Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), dan Fakuktas Tehnik UI menggelar ‘Workshop Indonesian’s Art Cultural’. Workshop seni budaya Indonesia di Gedung Makara Art Center UI, Depok, Jawa Barat ini bertujuan memperkenalkan kekayaan warisan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan Indonesia-Jepang melalui pendekatan seni.

MERIAHKAN RAMADAN, MAJELIS NYALA PURNAMA #10 GELAR ‘TADARUS CINTA’

Direktorat Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia dan Komoenitas Makara akan menggelar Majelis Nyala Purnama #10m Jumat (27/2/2026). Digelar pada bulan suci Ramadan, Majalis Nyala Purnama mendatang akan mengangkat tema akan mengangkat tema: “Rahmatan Lil Alamin” dengan judul acara “Tadarus Cinta: Cinta Kasih Terhadap Semua”.

MELALUI MUSIK, SWARA SEADANYA GUGAH KESADARAN BUDAYA MASYARAKAT

Melalui musik kontemporer, Swara SeadaNya berkomitmen menghadirkan ruang dialog antara masa lalu dan masa kini serta antara bunyi tradisional dan imajinasi modern. Karya-karya kelompok musik etnik kontemporer dari Komoenitas Makara ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi serta menggugah kesadaran budaya masyarakat.

MENJAGA JATI DIRI BANGSA MELALUI PELESTARIAN ARSITEKTUR TRADISIONAL INDONESIA

Arsitektur tradisional Indonesia merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Arsitektur tradisional Indonesia menjadi salah satu jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa. Adalah Yori Antar yang terus menyuarakan agar warisan budaya bangsa ini bisa terus ada. Sebagai seorang arsitek, Yori kerap melakukan berbagai upaya agar arsitektur tradisional Indonesia bisa eksis di tengah pesatnya perkembangan zaman.

MAJELIS NYALA PURNAMA: MENATA ULANG RELASI MANUSIA DAN ALAM

Tahun baru merupakan momentum untuk melakukan muhasabah (introspeksi) baik secara individual maupun sosial. Bencana ekologi Sumatera yang terjadi menjelang akhir tahun merupakan bahan muhasabah penting yang menuntut kita melakukan koreksi atas relasi manusia dengan alam dan lingkungan.

LEBARAN BETAWI JAGA TRADISI BUDAYA BETAWI DI TENGAH KEBERAGAMAN

Penyelenggaraan acara Lebaran Betawi merupakan salah satu cara dalam menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman Ibu Kota. Hal tersebut dikatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Lebaran Betawi 2026 yang diselenggarakan Majelis Kaum Betawi bersama Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026).

MAJELIS NYALA PURNAMA: MENJADI PEMENANG BUKAN BERARTI MENJADI PENAKLUK

‘Kemenangan’ pada Idul Fitri lalu mengingatkan pada satu esensi kehidupan yang penting yaitu jadilah seorang pemenang, bukan sekadar penakluk. Jika seorang penakluk merasa bangga karena berhasil menundukkan orang lain atau dunia di sekitarnya demi memuaskan ambisi, maka seorang pemenang sejati merasa bersyukur karena ia berhasil menundukkan hawa nafsu dan egonya sendiri.

SYIAR RAMADAN KAMPUS UI 2026, MENYEMAI SPIRIT MELALUI SENI, BUDAYA, DAN CINTA KASIH

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Universitas Indonesia mengadakan program Syiar Ramadan Kampus UI 2026. Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Kebudayaan UI bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI. Rangkaian kegiatan dari Syiar Ramadan UI 2026 diselenggarakan sejak 1-6 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan.

SWARA SEADANYA BAWAKAN LIR ILIR SASTRO GENDHING DALAM TADARUS CINTA

Kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya membawakan komposisi musik Lir-Ilir Sastro Gendhing dalam acara Tadarus Cinta yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia, Jumat (27/2/2026) pekan lalu.

TADARUS CINTA ALA KOMOENITAS MAKARA

Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia menyelenggarakan Majelis Nyala Purnama #10, dengan tema: “Rahmatan Lil Alamin (Cinta Kasih Terhadap Semua)”. Adapun judul acara adalah “Tadarus Cinta: Cinta Kasih Terhadap Semua”, Jumat (27/2/2026) malam.

MAHASISWA JEPANG BELAJAR SENI BUDAYA INDONESIA DI MAKARA ART CENTER

Direktorat Kebudayaan UI, Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), dan Fakuktas Tehnik UI menggelar ‘Workshop Indonesian’s Art Cultural’. Workshop seni budaya Indonesia di Gedung Makara Art Center UI, Depok, Jawa Barat ini bertujuan memperkenalkan kekayaan warisan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan Indonesia-Jepang melalui pendekatan seni.

MERIAHKAN RAMADAN, MAJELIS NYALA PURNAMA #10 GELAR ‘TADARUS CINTA’

Direktorat Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia dan Komoenitas Makara akan menggelar Majelis Nyala Purnama #10m Jumat (27/2/2026). Digelar pada bulan suci Ramadan, Majalis Nyala Purnama mendatang akan mengangkat tema akan mengangkat tema: “Rahmatan Lil Alamin” dengan judul acara “Tadarus Cinta: Cinta Kasih Terhadap Semua”.

MELALUI MUSIK, SWARA SEADANYA GUGAH KESADARAN BUDAYA MASYARAKAT

Melalui musik kontemporer, Swara SeadaNya berkomitmen menghadirkan ruang dialog antara masa lalu dan masa kini serta antara bunyi tradisional dan imajinasi modern. Karya-karya kelompok musik etnik kontemporer dari Komoenitas Makara ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi serta menggugah kesadaran budaya masyarakat.

MENJAGA JATI DIRI BANGSA MELALUI PELESTARIAN ARSITEKTUR TRADISIONAL INDONESIA

Arsitektur tradisional Indonesia merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Arsitektur tradisional Indonesia menjadi salah satu jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa. Adalah Yori Antar yang terus menyuarakan agar warisan budaya bangsa ini bisa terus ada. Sebagai seorang arsitek, Yori kerap melakukan berbagai upaya agar arsitektur tradisional Indonesia bisa eksis di tengah pesatnya perkembangan zaman.

MAJELIS NYALA PURNAMA: MENATA ULANG RELASI MANUSIA DAN ALAM

Tahun baru merupakan momentum untuk melakukan muhasabah (introspeksi) baik secara individual maupun sosial. Bencana ekologi Sumatera yang terjadi menjelang akhir tahun merupakan bahan muhasabah penting yang menuntut kita melakukan koreksi atas relasi manusia dengan alam dan lingkungan.