Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 17, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogOlahragaOutdoorPEMBUKTIAN SANG RAJA DI PENTAS SEPAK BOLA DUNIA

PEMBUKTIAN SANG RAJA DI PENTAS SEPAK BOLA DUNIA

Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 17/7/2026). Di usia 39 tahun, Lionel Messi dinilai telah ‘habis’. Usai membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di usia yang sudah 35 tahun, Messi disebut akan undur dari pentas sepak bola dunia.

Banyak yang menilai, Piala Dunia 2022 akan menjadi akhir perjalanan La Pulga, julukan Messi, bersama Timnas Argentina. Messi pun menyiratkan hal yang sama.

Keputusan Messi untuk mundur selepas Piala Dunia 2022 menjadi hal wajar. Ia telah meraih semua gelar bergengsi yangbersama Argentina. Mulai dari Piala Dunia U-20 2025, medali emas Olimpiade 2008, hingga gelar Copa America pada 2021.

Namun, hasrat untuk terus memberikan yang terbaik bagi Argentina, membuat Messi memutuskan untuk tetap membela negaranya. Keputusan tersebut berbuah manis.

Dua tahun selepas Piala Dunia 2022, Messi masih menunjukkan taji pada Copa America 2024. Di usia 37 tahun, usia yang sudah tidak lagi muda, mantan pemain Barcelona itu menunjukkan diri masih pantas bersaing di tingkat dunia Di bawah kepemimpinannya, Argentina mampu menjadi juara.

Dengan usia yang sudah mendekati 40 tahun, Messi diragukan bisa tetap bersaing di pentas Piala Dunia. Tapi semua keraguan itu dijawab pemain kelahiran 24 Juni 1987 di Rosario, Santa Fe tersebut dengan penampilan menawan di Piala Dunia 2026.

8 gol

Pada laga perdana penyisihan Grup J, Messi sukses mencetak hattrick ke gawang Aljazir untuk membawa Argentina menang 3-0. Melawan Austria di laga kedua, Messi mencetak dua gol dan membawa Tim Tango menang 2-0. Satu gol lagi disumbang Messi saat Argentina menang 3-1 atas Yordania di laga terakhir penyisihan grup.

Ketajaman Messi berlanjut di babak 32 besar dengan mengemas 1 gol saat Argentina menang 3-2 atas Cape Verde melalui perpanjangan waktu. Di babak 16 besar, Messi juga mencetak 1 gol ketiga Argentina menang 3-2 atas Mesir.

Usai laga melawan Mesir, Messi belum mampu lagi menambah jumlah gol di Piala Dunia. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi peran pentingnya di Timnas Argentina. Menghadapi Swiss di perempat final, Messi menjadi pemain kunci kemenangan 3-1.

Dan saat melawan Inggris di semifinal, pemain berjuluk La Pulga alias Si Kutu, memperlihatkan penampilan terbaiknya. Walau tidak mencetak gol, Messi menunjukkan kelas sebagai pemain terbaik sejagat.

Setelah Argentina tertinggal 0-1 di menit ke-55, Messi tampil menggila. Ia menjadi momok barisan pertahanan Inggris.

Hasilnya, dua umpan Messi berbuah gol Enzo Fernandez (85′) dan Lautaro Martinez (90’+2). Argentina menang 2-1 dan lolos ke final untuk kali kedua secara beruntun.

Penampilan gemilang Messi di semifinal diakui banyaka pihak termasuk Harry Kane. Kapten Timnas Inggris itu menyebut Messi meman pantas disebut sebagai pemain terbaik dunia.

“Ketika bola berada di kakinya, ia bisa menciptakan sesuatu dari situasi apapun. Ada alasan mengapa ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa,” ungkap Kane seperti dikutip BBC.

Ujian terakhir

Kini, Messi hanya berjarak satu kemenangan untuk mencetak sejarah. Adalah Spanyol yang akan menjadi ujian terakhir kehebatan Sang Raja pada laga final Senin (20/7/2026) dini hari di New Jersey Stadium, New York.

Jika mampu membawa Argentina kembali menjadi juara, predikat Sang Raja Sepak Bola akan makin sah dimiliki La Pulga. Kita tunggu saja. (JB/03/Wid)

Related Post