Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 3/6/2027). Untuk memperkuat transformasi budaya layanan, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menerapkan program CX100 Danantara. Penerapan program dilakukan melalui pembentukan tim lintas fungsi yang mencakup aspek People & Communication, Technology, Business Process, Operations & Services, serta Voice of Customer.
CX100 Danantara merupakan inisiatif Danantara Indonesia untuk memperkuat kualitas pengalaman pelanggan di lingkungan BUMN. Program ini mendorong transformasi layanan. Hal itu dilakukan melalui penguatan budaya perusahaan, peningkatan kapabilitas insan perusahaan, optimalisasi proses bisnis, serta pemanfaatan teknologi secara terintegrasi.
“Transformasi yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis dan teknologi, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang kuat serta membangun pengalaman nasabah yang semakin baik dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang dalam keterangannya.
Menurut Munadi, transformasi budaya menjadi bagian penting dalam upaya BNI mewujudkan visi sebagai lembaga keuangan global terpercaya. Transformasi tersebut tetap berpijak pada nilai dan jati diri BNI yang terangkum dalam semangat Swadharma Bhakti Nagara.
BNI menempatkan pengalaman nasabah sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan bisnis. Melalui CX100 Danantara, perseroan memperkuat budaya layanan yang lebih responsif, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan nasabah di berbagai segmen.
Tiga peran strategis
Munadi menjelaskan, terdapat tiga peran strategis yang menjadi fokus BNI dalam mendukung transformasi dan pencapaian visi perusahaan. Pertama, memperkuat peran sebagai mitra strategis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dilakukan melalui penyediaan layanan keuangan dan solusi digital bagi nasabah domestik maupun internasional.
Peran tersebut juga sejalan dengan posisi BNI sebagai salah satu gerbang investasi dan bisnis Indonesia ke pasar global. Dengan jaringan dan kapabilitas yang terus diperkuat, BNI berupaya menghadirkan layanan yang relevan bagi kebutuhan nasabah lintas negara.
Kedua, mendorong transformasi digital dan inovasi melalui pembangunan kapabilitas digital yang semakin kuat. Langkah ini mencakup berbagai aspek seperti pengembangan solusi bagi nasabah, peningkatan produktivitas dan efisiensi.
Ketiga, memperkuat posisi sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh segmen nasabah. Perseroan terus mengembangkan solusi keuangan yang lebih personal dan terintegrasi bagi nasabah korporasi, institusi, UMKM, maupun individu.
“People & Culture merupakan fondasi utama pencapaian visi BNI. Karena itu, transformasi bisnis harus didukung transformasi budaya yang kuat,” kata Munadi.
BNI memandang keberhasilan transformasi bisnis tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan produk, tetapi juga oleh budaya kerja serta kualitas pengalaman nasabah. Karena itu, perseroan terus menginternalisasikan Marga Budaya BNI yang terdiri atas tiga pilar utama. Ketiganya adalah SEVA atau The Way We Serve, KARYA atau The Way We Perform, dan RAKSA atau The Way We Protect. (JB/03/Wid)


