Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 17/7/2026). Kinerja positif dicapai pembiayaan berkelanjutan Bank Syariah Indonesia (BSI). Hingga Mei 2026, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp77,06 triliun.
Jumlah tersebut sekira 23% dari total pembiayaan perseroan. Secara keseluruhan, hingga Mei 2026, pembiayaan BSI mencapai Rp335 triliun atau tumbuh 14,60 persen secara tahunan (year on year/yoy), didominasi segmen konsumer dan ritel.
Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, perseroan optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas, Hal tersebut sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat.
“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” kata Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta dalam keterangannya.
Berbagai sektor usaha
Beberapa sektor usaha yang mendominasi pembiayaan BSI antara lain usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, serta produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient).
Ada pula sektor energi terbarukan, serta kendaraan ramah lingkungan dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Perseroan memandang, pembiayaan berkelanjutan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.
Di samping itu, pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.
Komitmen tersebut sejalan dengan strategi bank syariah dalam mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam bisnis perseroan. (JB/03/Wid)


