Jakarta, JaringBisnis (Senin, 6/’7/2026). Persoalan kualitas udara, seperti di Jakarta, menjadi tantangan untuk diatasi. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina menggelar program GreenBus Pertamina 2026. Melalui program GreenBus 2026, Pertamina mengajak masyarakat, termasuk generasi muda mulai menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron mengatakan program GreenBus tidak hanya mengajak para peserta memahami persoalan lingkungan. Melalui program ini, peserta juga bisa menyaksikan bahwa solusi dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
“Pada program ini peserta akan diajak untuk mengeksplorasi praktik baik lingkungan, budaya lokal, teknologi, dan inovasi keberlanjutan melalui perjalanan edukatif, mentoring, serta program inkubasi,” kata Baron.
Pertamina juga mempunyai program Sekolah Energi Berdikari STEM. Ini merupakan program edukasi lingkungan berbasis pengalaman yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata generasi muda terhadap isu keberlanjutan, menggunakan teknologi sederhana, dan ilmu pengetahuan.
Kampung Hijau Gang Cemara
Tahun ini, ada 4 lokasi yang dikunjungi dalam program GreenBus 2026. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalag Kampung Hijau Gang Cemara, Jakarta Utara. Lokasi ini merupakan kawasan Program CSR binaan Pertamina yang berhasil mengubah lingkungan padat dan kumuh menjadi ruang hijau yang produktif.
Di tempat ini, peserta diajak mengenal berbagai inovasi. Mulai dari pengelolaan sampah, pertanian perkotaan, hingga ketahanan pangan yang seluruhnya dikelola bersama masyarakat.
Yasser, peserta GreenBus Pertamina perwakilan dari SMA Negeri 3 Jakarta mengaku semula mengira kawasan di pinggiran Jakarta memiliki kepedulian lingkungan yang rendah. Namun setelah melihat langsung, anggapan itu berubah.
“Saya justru senang melihat masyarakat di sini memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan. Bahkan menurut saya lebih terasa dibandingkan beberapa kawasan di pusat kota,” ujar Yasser.
Selama mengikuti progran GreenBus 2026, Yasser belajar berbagai hal. Misalnya mengolah sampah organik menjadi pakan ikan, mengenal pertanian perkotaan, hingga mencoba berbagai inovasi hasil panen.
Ia mengaku banyak ilmu yang bisa diterapkan setelah kembali ke sekolah. “Saya memang sedang menjalankan program bertema lingkungan. Jadi banyak ilmu yang bisa saya bawa pulang dan coba terapkan,” katanya.
Bagi Yasser, GreenBus Pertamina bukan sekadar perjalanan edukatif. Program ini jelasnya juga menjadi ruang yang mempertemukan generasi muda dengan praktik-praktik baik yang bisa ditiru di lingkungan masing-masing.
“Program ini bisa menjadi wadah yang mengantarkan anak-anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama,” katanya. (JB/03/Wid)


