Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 10/6/2026). PT Bank DBS Indonesia mencatat peningkatan portofolio pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025. Berdasarkan Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025, Bnk DBS membukukan pembiayaan untuk kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun setelah dikurangi pembayaran kembali hingga akhir tahun, meningkat dibandingkan Rp14,1 triliun pada 2024.
Angka tersebut setara dengan 19,1 persen dari total penyaluran kredit Bank DBS Indonesia selama periode tersebut dan mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 2,5 persen menjadi Rp6,13 triliun pada 2025, dari Rp5,98 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tumbuh 15,8 persen menjadi Rp1,72 triliun dibandingkan Rp1,49 triliun pada 2024.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional dan momentum bisnis yang tetap terjaga di tengah tekanan margin yang masih berlangsung di industri perbankan.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan perusahaan terus menjaga keseimbangan antara pencapaian bisnis dan penciptaan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.
“Dalam menjalankan bisnis, Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada dampak positif untuk masa depan. Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis,” ujar Lim Chu Chong.
Menurut dia, peningkatan pembiayaan berkelanjutan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan pembiayaan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sekaligus wujud komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan nasabah dan masyarakat.
Selain mencatat pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan, Bank DBS Indonesia juga mempertahankan struktur permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 22,22 persen, jauh di atas ketentuan regulator.
Pencapaian tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Keuangan Berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, Bank DBS Indonesia mengedepankan tiga pilar utama, yakni Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan berbagai produk dan layanan berbasis keberlanjutan, termasuk tabungan Spark Savings, reksa dana tematik ESG, dan obligasi hijau.
Pemberdayaan UMKM dan masyarakat
Di bidang inklusi keuangan, Bank DBS Indonesia secara kumulatif telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai mitra pembiayaan. Perseroan juga menyalurkan pinjaman modal kerja bergulir senilai Rp70 miliar untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut turut mendorong Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mencapai 6,97 persen, melampaui target internal perusahaan.
Sementara itu, berbagai program sosial yang dijalankan perusahaan telah menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar serta inklusi keuangan.
Melalui DBS Foundation, perusahaan juga mengalokasikan hibah senilai SGD850.000 kepada lima wirausaha sosial dan pelaku Business for Impact (BFI), yakni DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Dalam mendukung ketahanan pangan, program FEAST! di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah memberdayakan 40 kader desa melalui pelatihan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan.
Selain itu, program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia berhasil menyalurkan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 penerima manfaat sekaligus menyelamatkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan dari rantai pasok.
Kontribusi sosial perusahaan juga didukung peningkatan aktivitas kerelawanan karyawan sebesar 12 persen secara tahunan. Sepanjang 2025, karyawan Bank DBS Indonesia menyumbangkan lebih dari 54.800 jam kerja sukarela yang memberikan manfaat kepada lebih dari 111.000 individu.
Salah satu program yang dijalankan adalah DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding yang melibatkan 146 relawan untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada lebih dari 2.700 siswa SMK dan mahasiswa.
Berbagai penghargaan
Komitmen Bank DBS Indonesia dalam menjalankan bisnis berkelanjutan juga mendapat pengakuan internasional. Perseroan meraih penghargaan World’s Best Bank for Corporate Responsibility 2025 dari Euromoney untuk kedua kalinya serta Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance.
Selain itu, Bank DBS Indonesia mempertahankan gelar Best Sustainable Bank pada FinanceAsia Awards 2026 selama dua tahun berturut-turut. Perseroan juga meraih penghargaan Project Finance House of the Year dan Project Finance Advisory House of the Year Indonesia pada ajang Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2026.
Lim Chu Chong mengatakan berbagai pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme perusahaan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan pendekatan holistik yang kami lakukan dalam memberikan dampak berkelanjutan, kami optimistis dapat terus menjadi mitra tepercaya bagi nasabah, karyawan, dan masyarakat luas,” katanya. (JB/03/Wid)



