Live News

28.3°C
  • Jakarta
June 15, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiAFTECH: PINDAR BUKA AKSES KEUANGAN BAGI MASYARAKAT DAN UMKM

AFTECH: PINDAR BUKA AKSES KEUANGAN BAGI MASYARAKAT DAN UMKM

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 10/6/2026). Industri pinjaman daring (pindar) tidak hanya berperan sebagai penyalur pinjaman, tetapi juga menjadi pintu masuk akses keuangan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan formal.

Terkait hal tersebut Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menegaskan komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekosistem pindar yang sehat, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan terdapat jutaan masyarakat yang berhasil memanfaatkan layanan pindar untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif, namun kisah mereka kerap luput dari perhatian publik.

Berdasarkan data industri, sejak penyelenggara pindar mulai beroperasi, total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani. Dari jumlah tersebut, sekitar 38 hingga 40 persen merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh akses pendanaan untuk pertama kalinya. Sementara itu, lebih dari 90 persen borrower tercatat melakukan pembayaran tepat waktu sesuai perjanjian.

“Ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut yang selama ini tidak memiliki rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh,” ujar Firlie.

Menurutnya, banyak pengguna memanfaatkan pinjaman untuk menambah stok dagangan, membiayai pendidikan anak, hingga menjaga kelancaran arus kas usaha. Mereka kemudian mampu melunasi pinjaman tanpa kendala dan melanjutkan aktivitas ekonomi secara lebih produktif.

Firlie menambahkan, Aftech terus memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggota asosiasi menjalankan operasional sesuai standar tata kelola yang ketat. Hal tersebut mencakup transparansi biaya dan bunga sejak awal perjanjian, serta penyediaan mekanisme perlindungan konsumen yang mudah diakses masyarakat.

“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. Aftech tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, tetapi juga menjadi mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan kepada pengguna, regulator, dan masyarakat luas,” katanya.

Dampak pendanaan

Di sisi lain, Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo mengungkapkan dampak layanan pindar tidak hanya terlihat dari pencairan pinjaman, tetapi juga dari perubahan perilaku ekonomi para penggunanya.

Menurut Nucky, tidak sedikit borrower yang awalnya meminjam untuk kebutuhan usaha berskala kecil, kemudian berkembang hingga mampu merekrut karyawan dan mengakses layanan perbankan formal.

“Yang kami lihat adalah bagaimana seorang borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah memiliki beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal. Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya,” ujarnya.

Easycash mencatat sebagian besar penggunanya berasal dari segmen masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan konvensional. Pengalaman positif dalam penggunaan layanan pinjaman menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Pandangan serupa disampaikan Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama. Menurutnya, akses permodalan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian, terutama di sektor produktif dan wilayah luar Pulau Jawa.

“Ada sesuatu yang sangat kuat yang terjadi ketika seseorang yang tidak pernah dianggap layak oleh sistem keuangan formal, untuk pertama kalinya mendapatkan kepercayaan berupa modal. Dampaknya tidak berhenti pada penerima langsung, tetapi juga menjalar ke tenaga kerja yang terserap, pemasok lokal yang ikut tumbuh, dan perputaran ekonomi di tingkat komunitas,” kata Yonathan.

Dorong transparansi

Saat ini Aftech menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif, yakni Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai. Seluruh perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan regulator dan menerapkan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik, AFTECH juga mendorong setiap anggotanya untuk secara terbuka mempublikasikan data dampak platform, termasuk tingkat pengembalian pinjaman (repayment rate), jumlah UMKM yang didanai, serta hasil audit proses penagihan.

“Kami ingin masyarakat melihat pindar sebagaimana adanya, yaitu industri yang lahir dari kebutuhan nyata, tumbuh melalui inovasi yang bertanggung jawab, dan terus berkomitmen melayani mereka yang membutuhkan akses keuangan. Masih banyak yang harus diperbaiki, tetapi cerita tentang jutaan orang yang hidupnya berubah karena pindar juga perlu didengar,” ujar Firlie. (JB/03/Wid)

Share:

Related Post