Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 16/6/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kian agresif mendorong pertumbuhan kinerja yang solid dan sustain. Hingga April 2026, BSI mencatatkan kinerja positif diantaranya membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun tumbuh 17,90% year-on-year (YoY).
Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan double digit atau 15,59% (YoY) mencapai Rp332 triliun. Kinerja yang solid mampu mendorong pertumbuhan asset BSI mencapai Rp452 triliun, tumbuh 12,17% Y0Y.
Selain ditopang oleh dana murah dan pembiayaan yang sehat, kinerja perseroan solid didorong bisnis di Indonesia dan mancanegara. BSI semakin agresif memantapkan posisinya sebagai bank syariah terbesar untuk ekspansi menembus pangsa Internasional.
Sejak 2022, BSI telah memiliki Kantor Cabang di Dubai, UAE. Langkah ini menjadi awalan Perseroan menembus pangsa pasar global terutama di kawasan Timur Tengah.
Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha mengatakan dengan potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UAE dan Timur Tengah, BSI optimistis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif di tahun ini.
“Terlebih saat ini Timur Tengah menjadi jalur international hub. banyak perusahaan-perusahaan Indonesia (Indonesian Related) dan internasional yang memiliki perwakilan di Dubai sehingga hadirnya BSI di Dubai diharapkan dapat menjadi jembatan untuk layanan keuangan dan memperkuat kerjasama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia,” jelasnya.
Tumbuh solid dan sustain
Hingga April 2026, pertumbuhan aset BSI Dubai secara year on year tumbuh sebesar 80%, didominasi dari Corporate Financing. Selain Financing, BSI Dubai juga memfasilitasi dan memberikan layanan treasury, trade finance dan documentary collection bagi para eksportir/importir yang mempunyai transaksi dengan negara UAE ke Indonesia atau sebaliknya.
Untuk menjangkau wilayah Timur Tengah yang lebih luas, terlebih Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Saat ini Bank Syariah Indonesia tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Arab Saudi, tepatnya di Jeddah untuk menggarap ekosistem halal termasuk ekosistem haji dan umroh.
Terlebih Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memberikan kontribusi besar terhadap kunjungan jemaah haji dan umrah ke Arab Saudi. Setiap tahun Indonesia mengirim jemaah haji, rata-rata sekitar 203 ribu orang dan sekitar 170 ribu jemaah atau 83% merupakan jemaah haji yang berasal dari BSI.
Dari sisi jamaah umroh sesuai dengan data Siskopatuh 2025 tercatat 1,6 juta jemaah di seluruh Indonesia dan sebesar 84% melalui BSI.
Firman menambahkan “BSI hadir di pangsa pasar Internasional untuk menjadi mitra strategis yang akan membuka jalan bagi penetrasi layanan syariah di Timur Tengah. Baik B2B maupun B2C dan jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global” tutupnya. (JB/03/Wid)



