Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 3/7/2026). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, Hal itu menjadi fondasi Indonesia Emas 2045.
Melalui APBN, pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan talenta.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam kuliah umum ‘APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan, dan Pembangunan’ di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, hari ini.
Dikatakan pengelolaan APBN dilaksanakan berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat melalui kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia. Mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menkeu seperti dikutip kemenkeu.go.id.
Ia mengatakan, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Target dapat dicapai apabila didukung sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, pembangunan talenta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi transformasi ekonomi nasional.
Menurut Menkeu, pengembangan talenta harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu dilakukan dengan mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) bersama ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui APBN Tahun Anggaran 2026 yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung Program MBG, serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui LPDP.
Pemerintah juga mengarahkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih fokus pada bidang-bidang prioritas. Misalnya STEM dan berbagai sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.
“Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan SDM menjadi salah satu prioritas utama APBN,” tegas Menkeu.
Fundamental ekonomin terjaga
Di sisi lain, Menkeu menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, fundamental perekonomian Indonesia terjaga. Kinerja pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah berada pada level yang sehat.
Hal ini memberikan ruang bagi APBN untuk terus menjalankan fungsinya sebagai shock absorber, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi.
Menutup paparannya, Menkeu menegaskan APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara. APBN merupakan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul Indonesia. (JB/03/Wid)


