Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 1/8/2026). Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu infrastruktur strategis PT Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Terminal ini memasok sekitar 35%–40% kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.
“LPG bukan sekadar komoditas energi, tetapi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, keandalan pasokannya harus terus dijaga agar rumah tangga, UMKM, hingga industri dapat beraktivitas tanpa hambatan Terminal LPG Tanjung Sekong memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan saat meninjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Iriawan meninjau langsung aspek operasional terminal, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menekankan pentingnya budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan operasi.
Terminal LPG Tanjung Sekong yang mulai beroperasi pada 2012, ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) yang didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500–65.000 DWT. Dengan throughput lebih dari 200 ribu MT per bulan, terminal ini menjadi salah satu hub LPG terbesar di Indonesia.
Selain itu, Pertamina juga terus mendorong peningkatan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok, termasuk pemantauan stok secara real-time dan optimalisasi waktu sandar kapal. Dengan demikian, distribusi LPG ke berbagai wilayah dapat berlangsung lebih cepat.
Beroperasi 24 jam
Di sisi lain, Terminal LPG Tanjung Sekong juga terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan. Termasuk menjajaki pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional.
VP Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron menambahkan, Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional. Terminal Sekong beroperasi selama 24 jam untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.
“Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Dari sinilah pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga,” ujar Baron dalam keterangannya. (JB/03/Wid)


