Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 17/9/2026). Capaian penting didapat PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di industri perbankan nasional. Bank syariah terbesar di Indonesia tersebut meraih sertifikasi global, ISO/IEC 27701:2025, tentang Privacy Information Management System (PIMS).
Raihan sertifikasi Sistem Manajemen Informasi Privasi ini menjadi wujud nyata komitmen BSI dalam “Melayani Sepenuh Hati”. Capaian ini sekaligus menjadi katalisator kuat yang mendukung transformasi strategis Danantara Indonesia dalam menciptakan institusi keuangan nasional yang berdaya saing global.
Sertifikasi ini berfokus pada dua pilar layanan utama yang menjadi ujung tombak interaksi nasabah, yakni super app BYOND by BSI dan layanan Customer Care. Hingga Juni 2026, BSI memiliki lebih dari 24 juta nasabah dan mencatatkan lebih dari 400 juta transaksi BYOND.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta, menegaskan perseroan memastikan tata kelola privasi data nasabah berjalan dengan standar keamanan tinggi yang terukur dan berkelanjutan. Pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah amanah fundamental untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI. Bagi kami, pelindungan data pribadi adalah cerminan langsung dari implementasi nilai-nilai syariah dalam menjaga kepercayaan nasabah. Layanan yang unggul harus dibangun di atas fondasi keamanan, transparansi, dan penghormatan absolut terhadap privasi nasabah,” ujar Bob dalam keterangannya.
Budaya EMAS
Lebih lanjut, Bob menjelaskan keamanan data nasabah adalah esensi dari budaya kerja perusahaan, yakni EMAS (Empati Melayani Antusias Sepenuh Hati). Komitmen “Melayani Sepenuh Hati” diimplementasikan beberapa aspek yang tidak hanya melalui keramahan, empati, dan kecepatan di kantor cabang, tetapi juga lewat pelindungan digital di ruang siber.
Secara teknis, penerapan ISO/IEC 27701:2025 pada layanan BYOND by BSI memastikan seluruh pengelolaan data dilakukan menggunakan pendekatan privacy-by-design. Sistem dirancang dengan pengendalian akses yang sangat ketat, mitigasi risiko privasi, serta pemantauan berkelanjutan. Sementara di sektor Customer Care, verifikasi identitas dan pemenuhan hak subjek data nasabah kini beroperasi mengikuti praktik internasional.
Dampak positif dari inovasi layanan dan keamanan ini langsung tercermin dari pengakuan pasar. BSI baru saja berhasil meraih peringkat kedua Bank CX Tracker 2026. Hal itu membuktikan bahwa keamanan data berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya menambahkan raihan sertifikasi ini adalah awal dari eskalasi pelindungan data yang lebih masif di BSI.
“Sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah strategis kami untuk terus memperkuat tata kelola privasi dan keamanan informasi di seluruh ekosistem layanan BSI. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas SDM dan memperluas budaya pelindungan data di seluruh lini organisasi,” ungkap Arief.
“Melalui sinergi antara transformasi digital, komitmen melayani sepenuh hati, dan kesiapan mendukung transformasi ekonomi Danantara, BSI semakin mantap melangkah mewujudkan visinya sebagai Top 5 Global Islamic Bank,” pungkasnya. (JB/03/Wid)


