Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 13/3/2026). PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan kesiapan melaksanakan Angkutan Lebaran 2026. Kesiapan KAI melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh insan perkeretaapian serta dukungan berbagai pihak.
Hal tersebut dikatakan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 KAI di Halaman Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dikatakan Bobby, Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi.
“Seluruh persiapan kami arahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan seluruh pihak serta kedisiplinan masyarakat, termasuk saat melintas di perlintasan sebidang, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran,” jelas Bobby.
Masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk memastikan pengendalian operasional berjalan optimal, KAI juga menggelar Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari yaitu pada 13–30 Maret 2026.
Pada periode angkutan Lebaran 2026, kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan.
Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk yang secara operasional dapat melayani hingga sekitar 5 juta pelanggan. Kapasitas tersebut didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa angkutan Lebaran.
Pada masa Angkutan Lebaran 2026, KAI menghadirkan inovasi layanan perjalanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi pengaturan tempat duduk dengan konfigurasi 3–2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif yang tetap terjangkau. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran yaitu Pasarsenen-Lempuyangan, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan dijual mulai Rp175.000.
Keselamatan faktor utama
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia Suntana yang hadir dalam acara Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 KAI menyampaikan kegiatan apel ini merupakan momentum untuk memastikan kesiapan seluruh unsur penyelenggara transportasi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen negara untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api yang menjadi salah satu moda pilihan utama.
“Saya menekankan bahwa keselamatan adalah harga mati. Seluruh sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi andal melalui pemeriksaan yang detail, sementara keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang perlu mendapat perhatian khusus. Seluruh personel juga harus siaga memberikan pelayanan yang responsif dan humanis agar perjalanan masyarakat selama Angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Suntana. (JB/03/Wid)















