Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 20/5/2026). Inovasi terus dilakukan BYD. Terbaru, produsen otomotif baru asal Tiongkok tersebut, memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai solusi mobilitas elektrifikasi yang lebih fleksibel dan efisien bagi konsumen nasional. Peluncuran teknologi tersebut diumumkan di Jakarta, Minggu (18/5/2026) seiring meningkatnya tren penggunaan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) di Indonesia.
Teknologi Dual Mode merupakan sistem berkendara berbasis kombinasi kendaraan listrik dan hybrid (EV+Hybrid) yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara berorientasi kendaraan listrik, namun tetap mampu mendukung perjalanan jarak jauh dengan lebih fleksibel.
Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang mengatakan industri otomotif global saat ini tengah mengalami transformasi menuju kendaraan energi baru.
“Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan data GAIKINDO, pangsa pasar kendaraan listrik nasional meningkat signifikan dari kurang dari 1 persen pada 2022 menjadi sekitar 20 persen pada kuartal I 2026, khususnya di segmen kendaraan penumpang.
Meski demikian, BYD menilai masih banyak konsumen Indonesia yang membutuhkan kendaraan dengan fleksibilitas lebih tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.
Karena itu, teknologi DM dikembangkan untuk menjembatani kebutuhan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas kendaraan konvensional.
Secara global, teknologi DM pertama kali diperkenalkan BYD pada 2008 melalui generasi DM 1.0. Hingga kini, teknologi tersebut telah berkembang menjadi DM 5.0 yang mengusung pendekatan electric-first dengan efisiensi energi lebih optimal.
BYD mencatat telah menjual lebih dari 7 juta unit kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) secara global. Sementara total penjualan kendaraan energi baru BYD telah melampaui 16 juta unit di lebih dari 121 negara dan wilayah.
Di Indonesia, BYD dan sub-brand premium DENZA disebut telah mencatat penjualan hampir 20 ribu unit hingga April 2026, atau tumbuh sekitar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Solusi mobilitas
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan teknologi DM dihadirkan untuk memperluas adopsi kendaraan energi baru di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel, efisien, dan semakin mudah diakses oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.
BYD menjelaskan teknologi DM memiliki beberapa varian, yakni DM-i yang berfokus pada efisiensi dan kenyamanan berkendara, DM-p untuk performa lebih tinggi, serta DMO yang dirancang untuk kebutuhan off-road.
Dalam salah satu pengujian internal, teknologi DM diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dalam kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar penuh, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 65 kilometer per liter.
Selain itu, BYD juga memperkenalkan filosofi G.A.S.S. yang menjadi karakter utama teknologi DM, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Melalui peluncuran teknologi ini, BYD menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi kendaraan energi baru dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia. (JB/03/Wid)



