Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 2/5/2026). PT Sari Ramada Arafah menggelar puncak manasik haji 1447 H/2026 M di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Sabtu (2/5/26). Kegiatan ini akan belangsung hingga Minggu (3/5/2026).
“Manasik bukan sekadar pelatihan, tetapi proses membentuk kesiapan mental, ilmu, dan kemandirian jamaah menuju haji mabrur,” ujar Direktur Utama PT Sari Ramada Arafah, M Acung Wahyudi dalam sambutannya saat membuka acara.
Pada manasik haji kali ini, pemahaman teori dan praktik ibadah menjadi fokus utama dalam pembinaan jamaah. Seluruh peserta diharapkan mampu menjalankan ibadah secara mandiri sekaligus tetap mengikuti arahan pimpinan rombongan dan pembimbing ibadah.
Adapun maksud dan tujuan acara puncak manasik haji adalah untuk menjadikan jamaah haji yang cerdas dan mandiri. Selain itu, melalui manasik ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji secara lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga kembali ke Tanah Air.
“Jemaah diharapkan mengetahui hukum-hukum ibadah haji, dari mulai syarat, sunnah, wajib, rukun-rukun ibadah haji. Karena secara fikih haji, jika seorang jamaah haji tidak melaksanakan rukun-rukunnya maka hajinya tidak sah ibadah hajinya. Dan Mandiri artinya jamaah haji tahu apa saja yang harus dilaksanakan mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya nanti,” jelas Wahyudi.
Keberangkatan haji pada 2026 ini merupakan haji transisi. “Tahun ini merupakan kali pertama pelaksanaan haji diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, dimana sebelumnya yang menjadi penyelenggara adalah Kementerian Agama Republik Indonesia” terang Wahyu.
Perubahan tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan peningkatan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia.
PT Sari Ramada Arafah memastikan seluruh persiapan keberangkatan jamaah telah selesai. Proses penerbitan visa haji seluruh jemaah dinyatakan rampung. Akomodasi jemaah di Mekkah dan Madinah juga telah dipersiapkan, termasuk layanan transportasi udara menggunakan Qatar Airways. (JB/03/Dar)















