Live News

28.3°C
  • Jakarta
June 3, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogNasionalPERINGATI HARI SEPEDA DUNIA, B2W INDONESIA TEGASKAN BERSEPEDA ADALAH SOLUSI KRISIS ENERGI

PERINGATI HARI SEPEDA DUNIA, B2W INDONESIA TEGASKAN BERSEPEDA ADALAH SOLUSI KRISIS ENERGI

Jakarta, JaringBisnis. World Bicycle Day atau Hari Sepeda Dunia tahun ini adalah momentum jalan pintas untuk para pengambil kebijakan publik, bahwa memilih sepeda sebagai moda transportasi alternatif merupakan nyata-nyatanya solusi tanpa polusi, solusi krisis energi dunia, solusi pada masalah kesehatan masyarakat, solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar, dan juga cara jitu mengurangi beban ekonomi negara.

Cycling for a greener future, yang menjadi tema Hari Sepeda Dunia 2026, adalah semangat warisan yang baik untuk masa depan generasi penerus kita. Bahkan di masa ini pun, menjadikan sepeda sebagai moda transportasi alternatif maupun dikombinasikan dengan moda transportasi umum, sepeda dan jalan kaki bisa menjadi feeder untuk integrasi tersebut. Jadi Bike to Work merupakan jawaban atas krisis energi dan ekonomi yang dihadapi -bukan hanya di tingkat rumah tangga dan negara, tapi juga dunia,” kata Ketua B2W Indonesia, Hendro Subroto.

Hendro menambahkan bahwa bersepeda adalah bagian dari peradaban masyarakat moderen yang telah mendapatkan pencerahan dari literasi-literasi yang mendukung aktivitas ramah lingkungan, untuk bumi yang lebih baik. “Eksploitasi besar-besaran pada alam untuk mendapatkan bahan bakar fosil, yang kemudian dilepaskan sebagai polusi -baik polusi udara maupun polusi suara, adalah bentuk pemborosan luar biasa, karena membakar uang yang sejatinya bisa dialihkan untuk prioritas lain yang lebih membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendro mengatakan bahwa pesepeda bukan kaum pinggiran dan memiliki hak yang sama untuk menggunakan fasilitas jalan raya. Karenanya, fokus utama yang ingin didorong oleh para pegiat sepeda saat ini adalah jaminan keselamatan di jalan raya. Aspek jaminan keselamatan tersebut meliputi pemenuhan infrastruktur yang layak serta penegakan hukum yang tegas bagi para pelanggar di jalur sepeda. “Kami ingin membangun ekosistem budaya bersepeda. Artinya, melihat sepeda bukan sesuatu yang dipakai hanya saat sempat, saat libur, atau akhir pekan saja, melainkan melihat sepeda sebagai alat transportasi utama,” ujarnya.

Agenda silaturahmi dan gowes bareng ini diikuti oleh ratusan pesepeda dari berbagai genre sejak pukul 06.00 WIB. Sebelum mulai memutari area Senayan, para peserta beramah tamah sembari menikmati suguhan kopi V60 dari UMKM lokal Kopi Kong Yoto yang menjajakan dagangannya menggunakan sepeda keliling.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat publik, tokoh olahraga, dan organisasi transportasi, di antaranya Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta Yusa Cahya Permana, serta perwakilan dari Wali Kota Jakarta Selatan dan Kementerian Perhubungan RI.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyambut baik gelaran ini. Dalam sambutannya, Arifin berharap momentum Hari Sepeda Dunia dapat menggerakkan masyarakat untuk beralih moda transportasi ke moda transportasi ramah lingkungan, khususnya sepeda, sehingga mampu membantu mengurangi polusi udara akibat emisi bahan bakar kendaraan bermotor.

Selain dihadiri pejabat pemerintahan, acara ini juga menjadi ruang reuni bagi para senior dan Ketua Umum B2W Indonesia periode terdahulu, seperti Toto Sugito, Poetoet Soedarjanto, dan Taufik Kyaioke, yang ikut turun ke jalan memberikan dukungan moril bagi pesepeda generasi baru.

Bike to Work atau B2W Indonesia merupakan gerakan moral yang aktif menggaungkan kampanye bersepeda sejak 20-an tahun lalu. Gerakan ini telah mendapatkan banyak pengakuan dan penghargaan atas upayanya menjadikan sepeda sebagai gaya hidup sehat dan bagian tak terpisahkan dari mobilitas masyarakat moderen. (JB/02/Kevin/GlG)

Related Post