Jakarta, JaringBisnis (Senin, 20/7/2026). Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan kinerja solid, yang didominasi segmen konsumer dan ritel. Hingga Mei 2026, pembiayaan BSI mencapai Rp335 triliun, tumbuh 14,60% year on year (y-o-y).
Capaian ini juga diiringi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat,sustain dan ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Tidak hanya itu, BSI juga optimistis memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat.
“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” ujarnya.
Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp77,06 triliun, sekira 23% dari pembiayaan secara keseluruhan. Beberapa sektor usaha yang mendominasi diantaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, hingga usaha lainnya yang mendukung transisi energi.
Instrumen penting
Pembiayaan hijau kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan strategi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis Perseroan.
Pembiayaan berkelanjutan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan serta memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional. (JB/03/Wid)


