Live News

28.3°C
  • Jakarta
June 3, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiPENGUSAHA KORSEL KOMITMEN TAMBAH INVESTASI DI INDONESIA

PENGUSAHA KORSEL KOMITMEN TAMBAH INVESTASI DI INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menjelaskan dalam pertemuan tersebut hadir 19 pengusaha Korea, 18 diantaranya telah memiliki investasi aktif di Indonesia.

Dikatakan, total investasi yang telah direalisasikan 19 grup perusahaan Korsel tersebut mencapai hampir US$15,4 miliar, dengan rencana tambahan investasi sebesar US$1,7 miliar.

Dikutip dari setneg.go.id, salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah proyek Lotte Chemicals yang dijadwalkan akan diresmikan pada September-Oktober 2025 mendatang.

Perusahaan tersebut menawarkan partisipasi Indonesia dalam pengembangan pabrik petrokimia tersebut. Presiden Prabowo secara prinsip menyetujui keterlibatan Indonesia. “Danantara diberi tugas untuk melakukan kajian dan melakukan tindak lanjut daripada investasi tersebut,” ungkap Airlangga.

Beri apresiasi

Selain Lotte Chemicals, sejumlah perusahaan besar Korea lainnya juga melaporkan perkembangan investasinya di Indonesia. KB Financial melaporkan kondisi PT Bank Bukopin Tbk yang kini telah mencatatkan keuntungan setelah empat tahun pengelolaan.

Hyundai Motor juga menyampaikan bahwa operasional mereka berjalan baik. Sementara POSCO memastikan kerja sama dengan Krakatau Steel memasuki fase kedua dengan target produksi hingga 10 juta ton baja.

Airlangga juga menyebutkan investasi EcoPro di Morowali senilai hampir US$500 juta untuk produksi cathode precursor dan smelter nikel. KCC Glass yang telah berinvestasi di Kawasan Industri Batang juga berencana melakukan ekspansi, dengan harapan adanya dukungan harga gas bumi yang kompetitif.

“KCC Glass juga melaporkan ke Presiden akan melakukan ekspansi dengan permintaan agar harga gas di dalam negeri bisa harga gas bumi tertentu yang sudah dirapatkan dengan Bapak Presiden,” ucap Airlangga.

Perusahaan lain seperti LX International berkomitmen melanjutkan investasi di sektor batubara, nikel, dan perkebunan hingga setengah miliar dolar AS.

Sementara itu, sektor pertahanan turut diperkuat melalui perusahaan yang memproduksi amunisi, serta SK Group yang tengah membangun pabrik Plasma Convalescent di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan medis dalam negeri.

Delegasi Korea Selatan pun menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah Indonesia dalam mendengarkan aspirasi dan rencana bisnis para investor.

“Mereka mengapresiasi pertemuan dengan Bapak Presiden yang berjalan secara terbuka. Dan Bapak Presiden mendengar satu per satu. Dan itu yang membuat mereka sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah,” tutur Airlangga. (JB/03/Wid)

Related Post