Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 18, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisBursa & PerbankanLABA BERSIH BTN SEMESTER I 2026 TUMBUH 40,8%

LABA BERSIH BTN SEMESTER I 2026 TUMBUH 40,8%

Angka tersebut tumbuh 40,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,70 triliun di periode yang sama tahun lalu. Sementara non-performing loan (NPL) turun dari 3,3% pada semester I/2025 menjadi 2,99% di semester I/2026.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan strategi transformasi BTN, telah berjalan sesuai target. Menurut Nixon, perseroan tidak hanya terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.

Nixon menjelaskan transformasi yang dibangun secara bertahap selama lebih dari satu dekade, telah dimulai dari penguatan posisi sebagai housing specialist. Hal itu dilanjutkan dengan transformasi operasional, hingga kini memasuki fase beyond mortgage untuk membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi keluarga Indonesia.

Sejalan dengan arah tersebut, Perseroan juga terus memperkuat fondasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan melalui digitalisasi proses, optimalisasi neraca, penguatan pengendalian risiko, serta implementasi AI Governance guna memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Hingga semester I/2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun, meningkat 11,2% yoy dari Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1% yoy dari Rp182,17 triliun menjadi Rp196,96 triliun per Juni 2026. Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN juga tercatat mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.

Untuk peningkatan kredit non-perumahan, lanjut Nixon, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, hingga ritel. Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage.

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 12,4% yoy. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas Perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.

Dana pihak ketiga

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun juga mencapai Rp433,00 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 6,6% yoy dari Rp406,38 triliun di periode yang sama tahun lalu. Nixon menjelaskan BTN juga terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Nixon, penguatan struktur pendanaan menjadi salah satu prioritas utama Perseroan tahun ini. “Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Nixon.

Sejalan dengan penguatan struktur pendanaan, hingga semester I/2026, supperapps Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna. Peningkatan pengguna tersebut didukung lebih dari 344 ribu merchant, lebih dari 14 ribu developer, dan 59 pemerintah daerah. Secara transaksi, jumlah dan nominal transaksi menggunakan Bale by BTN tumbuh masing-masing sebesar 41,6% yoy dan 55,3% yoy per Juni 2026.

Kualitas aset meningkat

Seiring pertumbuhan bisnis, kualitas aset juga terus membaik. Perseroan sukses menurunkan Loan at Risk (LAR) menjadi 18,6% pada semester I/2026 dari 20,2% di periode yang sama tahun lalu.

Per semester I/2026, perseroan juga menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7% dari 2,0% di semester I/2025. Perbaikan kualitas aset tersebut mencerminkan keberhasilan BTN dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan.

“Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nixon. (JB/03/Wid)

Tags:
Share:

Related Post