Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 3/11/2026). Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah perlu didukung oleh kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan peralatan kesehatan. Hal ini penting agar keberadaan rumah sakit benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat meninjau RSUD Kondosapata di Dusun Katoing, Desa Penanian, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Wapres untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai kebutuhan dan aspirasi, serta memastikan program Presiden berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk kebutuhan yang seharusnya dapat ditangani di daerah tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur rumah sakit harus berjalan beriringan dengan pemenuhan sumber daya manusia dan peralatan medis. Menurutnya, ketersediaan gedung dan fasilitas fisik perlu diikuti kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada pasien.
“Rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita ingin pembangunannya berjalan baik, tapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan dokter, alat kesehatan, dan pelayanan kepada pasien. Jangan sampai gedungnya sudah selesai, tetapi fasilitas dan tenaga medisnya belum siap,” tegasnya seperti dikutip setneg.go.id.
Terkait pembangunan RSUD Kondosapta, Wapres juga mengingatkan agar proses pembangunan rumah sakit tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Ia meminta agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan.
“Selama pembangunan, bagaimana pelayanan pasien? Tolong pastikan tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan pasien,” pesannya.
Selain itu, Wapres turut menanyakan langkah pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, termasuk peluang kerja sama dengan perguruan tinggi melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). “Terkait pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, disini sudah ada berapa? apa sudah ada MoU dengan universitas?” tanya Wapres memastikan.
Plt. Direktur RSUD Kondosapta, Naomi Bungan, menjelaskan saat ini rumah sakit telah memiliki sejumlah dokter spesialis. Diantaranya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), THT, gigi, serta anestesi.
Namun, jumlah tenaga medis tersebut masih perlu ditambah, khususnya untuk dokter obgyn yang saat ini baru tersedia satu orang dari kebutuhan dua orang.
“Saat ini ada sekitar 4 orang, yaitu dokter obgyn. Tapi hanya 1, kebutuhan kami ada 2. Kemudian ada dokter ahli THT, kemudian ada dokter spesialis gigi, kemudian dokter anestesi,” sebut Naomi pada kesempatan terpisah.
“Selebihnya itu kami MoU dengan Unhas (Universitas Hasanuddin) untuk pemenuhan dokter yang lain,” imbuhnya. (JB/03/Wid)


