Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 18/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi dominasi kondisi atmosfer kering di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode 15–21 September 2026. Selain meningkatkan kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran asap, dinamika cuaca sepekan ke depan juga diwarnai potensi angin kencang dan hujan lokal di beberapa daerah.
Kondisi udara yang kering, berdebu, hingga bercampur partikel asap menuntut masyarakat untuk lebih waspada terhadap gangguan pernapasan, dehidrasi, hingga iritasi mata.
Menghadapi potensi risiko tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama para pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk memperkuat perlindungan diri, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan.
Berikut panduan menjaga kesehatan tubuh di tengah cuaca kering dan sebaran partikel debu/asap:
1. Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Gunakan Masker Berfiltrasi Partikel
Merujuk imbauan Kemenkes, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun atau saat kabut asap mulai pekat. Jika mobilitas luar ruangan tidak dapat dihindari, kenakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel halus, seperti masker standar bedah atau N95, guna mencegah masuknya partikel polutan ke saluran napas.
2. Penuhi Kebutuhan Hidrasi Harian
Atmosfer yang kering mempercepat penguapan cairan tubuh dan membuat membran mukosa tenggorokan lebih mudah teriritasi. Konsumsi air putih secara teratur minimal dua liter per hari untuk menjaga kelembapan tenggorokan serta mendukung daya tahan tubuh menangkal infeksi bakteri atau virus.
3. Lindungi Kelompok Rentan di Lingkungan Rumah
Kemenkes menekankan pentingnya pengawasan ekstra bagi kelompok rentan. Pastikan anak-anak, lansia, dan penderita komorbid (seperti asma atau bronkitis) tetap berada di ruangan yang tertutup rapat dari ventilasi luar saat asap atau debu meningkat, serta selalu menyiapkan persediaan obat rutin.
4. Bersihkan Mata dan Jaga Kelembapan Kulit
Terpaan angin kencang berdebu dan udara kering rentan menimbulkan iritasi mata merah serta kulit pecah-pecah. Gunakan tetes mata steril (artificial tears) jika mata terasa perih atau berpasir, serta aplikasikan pelembap kulit (moisturizer) dan tabir surya (sunscreen) sebelum keluar rumah.
5. Jaga Sirkulasi Udara Bersih dan Konsumsi Makanan Bergizi
Tutup celah ventilasi saat kondisi udara luar memburuk dan gunakan pembersih udara (air purifier) jika memungkinkan. Imbangi langkah proteksi fisik dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan, seperti sayur dan buah kaya vitamin C dan E, serta segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami gejala sesak napas atau batuk berkepanjangan. (JB/03/Vin)


