Jakarta, JaringBisnis (Kamis 23/4/2026). Ki Ageng Ganjur kembali akan melakukan misi kebudayaan di luar negeri. Kali ini, grup musik akulturasi religi dari Yogyakarta tersebut akan tampil di Uzbekistan.
Dalam menjalankan misi kebuddayaannya ini, Ki Ageng Ganjur akan menggelar dua pertunjukan pada event yang berbeda. Pertama pada 29 April 2026 di Eternal City, Silk Road Complex, Samarkand, dalam event promosi budaya Indonesia. Kedua, dalam event International Foklor Festival “Boysun Bukhori” di Distrik Boysun wilayah Surkhandarya, Uzbekistan.
Partisipasi Ki Ageng Ganjur dalam kedua event ini guna mempromosikan kebudayaan kekayan seni budaya dan musik Indonesia di kancah internasional sekaligus untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan melalui seni budaya.
Menurut Duta Besar Republik Indonesia Untuk Uzbekistan, Ruhaini Dzuhayatin, Festival Foklor “Byson Bukhari” merupakan Festival budaya bertaraf internasional yang dilaksanakan secara reguler, bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan budaya.
Dalam event ini ditampilkan berbagai ragam seni budaya yang bercorak etnografi, foklor mulai permainan tradisional, music etnik, syair dan puisi klasik sampai pakaian adat dan lagu-lagu daerah bernuansa tradisional yang unik. Lebih dari 200 komunitas foklor dari berbagai negara akan tampil dan berpartisipasi dalam festival ini.
“Ini merupakan momentum yang strategis untuk memperkenalkan khazanah budaya Nusantara pada masyarkat dunia. Kita memiliki ragam seni budaya etnik yang unk dan eksotik. Jika kita gali dan kembangkan secara kreatif dan inovatif kemudian kita kenalkan pada masyarakat internasional tentu akan dapat menarik perhatian dunia” kata Ibu Dubes
Di sisi lain, Ngatawi Al-Zastrouw, pimpinan Ki Ageng Ganjur menejelaskan bahwa roadshow ke Uzbekistan kali ini merupakan upaya merajut persaudaraan antar bangsa dan menyuarakan perdamaian melalui musik. Hal ini sesuai dengan misi Ki Ageng Ganjur yang menjadikan musik sebagai sarama dialog lintas iman dan merajut keberagaman antar bangsa untuk mewujudkan persaudaraan dan perdamaian.
Komposisi berbeda
Sesuai dengan misi menjadikan musik sebagai sarana dialog, dalam pagelaran di Uzbekistan, Ki Ageng Ganjur akan membawakan beberapa lagu dan komposisi musik yang mencerminkan dialog, keberagaman dan kesetaraan.
Misalnya komposisi Pasar Klewer, Night At Murcia, Spirit of Piece, karya maestro jazz Indonesia Dwiki Dharmawan dan komposisi Oriental Jazz karya Ki Ageng Ganjur, akan diaransemen dengan nuansa etnik dan tradisi Nusantara dengan memasukkan unsur gamelan, suling, kendang, siter yang dipadu dengan instrumen barat modern.
“Dalam komposisi Pasar Klewer versi Ganjur akan terasakan perpaduan antara nuansa Pasar Klewer yang eksotik dengan Jalur Sutra Samarkand yang unik” kata Zastrouw.
Selain membawakan beberapa komposisi musik, Ganjur juga akan membawakan lagu-lagu daerah dan internasional termasuk lagu Uzbekistan. Beberapa lagu yang akan dimainkan diantaranya yakni Heal The world koleksi Michael Jackson, Sweet Child O Mine karya Guns and Roses, Imagine karya John Lennon dan Wind of Change dari Scorpion.
Beberapa lagu daerah yang akan dibawakan diantaranya Tabolabale, Caping Gunung dan medley lagu daerah Nusantara. Sedangkan lagu Uzbekistan yang akan dinyanyikan berjudul Chaykhona.
Roadshow internasional ke Uzbekistan ini merupakan hasil kerja sama kreatif antara Duta Besar RI untuk Republik Uzbekistan dan Republik Kyrgyzstan, Ibu Siti Ruhaini Dzuhayatin, dan didukung oleh Pemerintah Wilayah Surkhandarya, Uzbekistan selaku penyelenggara Festival Foklor Internasioal “Boysun Bukhori”, dan Pihak Pengelola Eternal City Silk Road Complex Samarkand. (JB/03/Wid)















