Jakarta, JaringBisnis (Senin, 21/9/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mengakselerasi pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional. Terkini, BSI menjalin kemitraan strategis dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC), entitas bisnis inovatif di bawah naungan Muhammadiyah. Kemitraan ini untuk mendorong inklusi instrumen investasi emas berbasis syariah.
Komitmen ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di sela-sela perhelatan Grand Launching MBC Gold, akhir pekan lalu. Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho serta Regional Chief Executive Officer (RCEO) Region VII Semarang BSI, Ficko Hardowiseto.
Hadir pula Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, KH Haedar Nashir, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sekaligus Komisaris Utama PT MBC Bambang Setiaji, serta Direktur Utama PT Mentari Bayt Coin Jebul Suroso.
Dalam pernyataannya, Ade Cahyo Nugroho menegaskan kemitraan ini merupakan wujud dari komitmen BSI dalam menghadirkan diversifikasi produk investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
“Kerja sama BSI dengan Mentari Bayt Coin merupakan bagian dari upaya masif perseroan untuk memperkuat ekosistem emas di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, BSI tidak sekadar menyediakan layanan, tetapi berupaya menghadirkan nilai tambah dan trusted value bagi masyarakat luas, khususnya warga Muhammadiyah. Kemitraan ini sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” urai Cahyo dalam keterangannya.
Co-Branding BSI Gold
Secara bisnis, kemitraan strategis ini akan difokuskan pada pengembangan dan penerbitan produk co-branding BSI Gold yang mengusung identitas khusus Muhammadiyah. BSI dan MBC sepakat membuka ruang integrasi sistem teknologi serta aplikasi digital yang akan menyokong proses penerbitan, transaksi, dan layanan purnajual produk co-branding tersebut.
Strategi penetrasi pasar juga akan digarap bersama. Hal itu dilakukan melalui optimalisasi saluran promosi terpadu di semua kanal yang secara spesifik menyasar ekosistem besar warga Muhammadiyah.
BSI memandang kolaborasi dengan MBC sebagai cetak biru percontohan dalam merangkai ekosistem emas holistik, Kolaborasi ini menggabungkan keandalan layanan perbankan syariah, ketahanan investasi emas, kemutakhiran teknologi digital, dan loyalitas jaringan komunitas besar.
“Penandatanganan MoU ini merupakan titik tolak dari kolaborasi yang lebih agresif ke depan. BSI optimistis sinergi bersama Mentari Bayt Coin akan terus terekskalasi. Baik dari dimensi inovasi produk, digitalisasi layanan, penetrasi pemasaran, hingga bermuara pada penguatan ekosistem emas syariah nasional,” pungkas Cahyo. (JB/03/Wid)


