Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 6/11/2026). Balapan Moto3 Qatar di Sirkuit Losail belum berlangsung, namun sanksi telah didapatkan Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu harus menerima kenyataan pahit terkena hukuman pengurangan 6 posisi saat start lomba, Minggu (8/11/2026).
Sanksi ini diberikan karena pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu dinilai aturan balap. Veda Ega Pratama dinilai tidak memperlambat kecepatan saat bendera kuning dikibarkan pada sesi FP1 Moto3 Qatar.
Dalam pernyataan yang dirilis FIM MotoGP Stewards Panel, Veda Ega Pratama terpantau tidak mematuhi sinyal di marshalling sektor 11 dan justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadi.
Dalam aturan, pembalap wajib mematuhi sinyal bendera, sinyal lampu, dan papan yang menyampaikan instruksi, termasuk pesan pada dasbor (dashboard messages) dari Race Direction. Setiap pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1.22 atau pasal yang relevan terkait pesan dari Race Direction.
Dikarenakan alasan tersebut dan merupakan pelanggaran kedua musim ini, maka FIM MotoGP Stewards Panel menjatuhkan penalti enam grid (turun enam posisi start) untuk balapan Moto3 Qatar. Sebelumnya, Veda melakukan pelanggaran yang sama saat sesi Practice di Motegi.
Dua pembalap lain juga terpantau tidak mematuhi sinyal bendera kuning di Tikungan 11 FP1 Qatar yakni Ruche Moodley (CODE Motorsports) dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Akan tetapi, mereka berdua hanya menerima peringatan karena merupakan pelanggaran pertama musim ini.
Percaya Diri
Veda Ega datang ke Lusail dengan modal positif. Podium 2 di Sepang, Malaysia pekan lalu menambah keyakinan Veda untuk meraih hasil maksimal di Qatar.
“Finis kedua di Sepang merupakan perasaan yang luar biasa, apalagi dengan kehadiran keluarga dan begitu banyak penggemar asal Indonesia yang mendukung saya di sana. Hasil tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri yang besar bagi saya untuk akhir pekan ini,” ucap Veda Ega seperti dikutip motogp.com.
“Saya sadar kami harus terus bekerja keras karena setiap sirkuit memiliki karakteristik yang berbeda, dan Qatar akan menghadirkan tantangannya tersendiri,” imbuhnya.
Di Sirkuit Lusail, Veda Ega Pratama memiliki catatan bagus. Ia mengantongi raihan podium ketiga serta dua kemenangan semasa berkompetisi di Moto4 Asia Cup (dulu bernama Asia Talent Cup) pada 2022 dan 2023. Kendati demikian, rookie asal Gunungkidul, Yogyakarta ini merasa tetap perlu untuk kembali mempelajari karateristik sirkuit.
“Saya memang punya sedikit pengalaman di sini, tetapi kami tetap perlu memahami kondisi lintasan, menemukan pengaturan motor yang tepat, dan membangun kecepatan secara bertahap. Balapan malam juga merupakan sesuatu yang istimewa, jadi saya sangat antusias untuk merasakannya kembali” katanya. (JB/03/Wid)


