Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 18, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiPEMERINTAH KEBUT PENERAPAN BAHAN BAKAR E20

PEMERINTAH KEBUT PENERAPAN BAHAN BAKAR E20

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 17/9/2026). Pemerintah menyiapkan langkah untuk mencapai produksi bahan bakar campuran etanol 20 (E20) dalam dua tahun mendatang. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Usai rapat, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden menginstruksikan jajaran terkait menyiapkan langkah konkret untuk memenuhi target produksi E20. Termasuk penyediaan lahan untuk pengembangan bahan baku etanol serta pembangunan industri pengolahannya.

Zulkifli menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pembahasan, target tersebut memungkinkan untuk dicapai dalam dua tahun. Dengan demikian, minyak mentah (crude oil) yang digunakan dalam negeri nantinya dapat dicampur dengan etanol hingga mencapai komposisi E20.

“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun,” ujarnya seperti dikutip setneg.go.id.

BACA JUGA  PENGGUNAAN B50 DITARGETKAN DIMULAI SERENTAK PADA 1 JULI 2026

Lebih lanjut, Zulkifli menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan etanol untuk E20 akan berasal dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan secara bertahap menuju pencampuran etanol yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” ujar Menko Pangan,” tuturnya.

Tanaman tebu

Lebih jauh, Zulkifli mengatakan bahan baku etanol yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan berasal dari tebu. Untuk itu, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 2 juta hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Sementara itu, pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.

BACA JUGA  PEMERINTAH KOMITMEN PERCEPAT TRANSISI ENERGI

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare. Danantara yang akan membangun industrinya. Dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20,” kata Zulkifli.

Terkait ketersediaan lahan, Menko Pangan menyebut pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi dikembangkan untuk tanaman tebu. Ia menjelaskan pilihan tebu dipertimbangkan setelah komoditas lain, seperti jagung dan singkong dinilai memiliki tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol dalam skala besar. (JB/03/Wid)

Share:

Related Post