Jakarta, JaringBisnis (12/7/2025). Di usia 23 tahun, Jason Maleakhi menunjukkan bahwa anak muda tidak harus menunggu usia matang untuk memberi dampak. Lulusan Aerospace Engineering Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memilih jalan yang berbeda: belajar, berkarya, dan berbagi secara bersamaan.
Perjalanan Jason tidak dimulai ketika ia mengenakan toga wisuda. Jauh sebelum itu, tepatnya pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Diplomat Dino Patti Djalal. Di usia ketika sebagian besar remaja masih mencari jati diri, Jason justru mulai mempelajari seni diplomasi dan memahami berbagai isu global.
Ketertarikannya terhadap persoalan dunia membawanya aktif dalam berbagai forum Model United Nations (MUN) tingkat internasional. Ia pernah berbicara di sejumlah forum global, termasuk di Jenewa, Swiss. Namun berbagai pengalaman tersebut tidak membuatnya berpuas diri. Sebaliknya, semakin memmemperkuat keinginannya untuk terus belajar dan berbagi pengalaman kepada generasi muda lainnya.
Semangat produktivitas Jason juga terlihat dari berbagai peran yang dijalaninya. Jika banyak anak muda berfokus pada satu pekerjaan, ia memilih untuk mengembangkan diri di beberapa bidang sekaligus. Pada pagi hari, ia bekerja sebagai konsultan di industri food and beverage (F&B). Siang harinya, ia terjun ke lapangan sebagai tenaga pemasaran. Sementara pada malam hari, ia mendedikasikan waktunya sebagai mentor bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berkompetisi di ajang Model United Nations.
Bagi Jason, ilmu dan pengalaman tidak cukup hanya untuk dirinya sendiri. Karena itu, ia membuka ruang coaching dan pendampingan agar lebih banyak anak muda Indonesia memiliki kesempatan tampil dan berprestasi di forum internasional.
Di luar dunia profesional, Jason aktif dalam berbagai organisasi, termasuk Rotary International dan sejumlah asosiasi penjualan. Ia meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau kantor. Komunitas, menurutnya, merupakan kampus kedua yang mampu memperluas wawasan sekaligus membentuk karakter kepemimpinan.
“Berada di lingkungan yang membuat anak muda merasa perlu belajar,” menjadi prinsip yang terus ia pegang dalam mengembangkan kapasitas diri dan memperluas jaringan.
Komitmen tersebut kini membawanya ke panggung yang lebih luas. Saat ini, Jason tengah mengikuti Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026, sebuah ajang prestisius yang tidak hanya menguji kemampuan public speaking dan wawasan budaya, tetapi juga kepemimpinan serta kontribusi sosial para pesertanya.
Dalam perjalanan kompetisi tersebut, Jason berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi pertama sebagai Abang Favorit serta menembus lima besar finalis. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat mampu menghadirkan apresiasi yang nyata.
Namun bagi Jason, ajang Abang None bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan selempang dan gelar. Ia memandang kompetisi tersebut sebagai laboratorium kehidupan yang mengajarkan sportivitas, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kesempatan untuk lebih mengenal akar budaya Betawi dan Indonesia.
Kini, Jason masih berjuang memperebutkan gelar Abang None Jakarta Selatan 2026. Dengan bekal prestasi akademik, pengalaman internasional, keterlibatan aktif dalam organisasi, serta komitmennya dalam membimbing generasi muda, ia hadir sebagai representasi generasi baru Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Di usia yang masih sangat muda, Jason Maleakhi tidak hanya sedang membangun masa depannya sendiri. Ia juga sedang membuka jalan bagi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi, terus belajar, memperluas wawasan global, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Prestasi, bagi Jason, bukanlah garis akhir. Prestasi adalah titik awal untuk melayani, menginspirasi, dan menciptakan perubahan yang lebih besar bagi sesama. (JB/02/GlG)


