Live News

28.3°C
  • Jakarta
June 29, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiGAIKINDO APRESIASI KOMITMEN PEMERINTAH JAGA PERTUMBUHAN INDUSTRI OTOMOTIF

GAIKINDO APRESIASI KOMITMEN PEMERINTAH JAGA PERTUMBUHAN INDUSTRI OTOMOTIF

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 29/6/2026). Industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, Gaikindo menilai sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif.

Hal tersebut dikatakan Ketua Harian Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Anton Kumonty. Dikatakan, Gaikindo terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Kami mendorong kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Anton.

Dikatakan, Gaikindo sudah memberikan usulan kepada Kementerian Perindustrian untuk terus mendorong diberlakukannya kebijakan stimulus insentif untuk semua tipe kendaraan bermotor.

Hal tersebut diperlukan agar seluruh industri otomotif Indonesia mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perkembangan pasar otomotif di Indonesia.

Lebih jauh dikatakan, Gaikindo mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan serta menjaga keberlangsungan industri otomotif Indonesia. Pemerintab dinilai tidak pernah alpa memberikan dukungan melalui berbagai program, kebijakan, dan insentif bagi industri otomotif.

Terkait berkembangnya berbagai pandangan mengenai perhatian pemerintah terhadap industri otomotif Jepang, Gaikindo menilai harus dilihat secara menyeluruh. Menurut Anton Kumonty, hubungan antara pemerintah dan industri otomotif selama ini dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta dukungan kebijakan yang berkesinambungan.

“Kami melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor,” ujar Anton.

Kebijakan dan insentif

Dikatakan, salah satu bentuk dukungan yang diberikan pemerintah adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Fasilitas ini memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.

Faslitas ini mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi dan memperkuat daya saing industri. Dari 74 perusahaan pengguna fasilitas tersebut, 57 merupakan perusahaan otomotif.

Kebijakan lainnya yang sangat membatu industri otomotif Indonesia adalah PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk mendorong pemulihan industri otomotif nasional. Kebijakan tersebut dimanfaatkan oleh hampir seluruh merek kendaraan bermotor yang diproduksi di Indonesia Insentif tersebut terbukti mampu menjaga permintaan domestik, mempertahankan utilisasi pabrik, serta mendukung keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif.

Selain dukungan melalui kebijakan dan insentif, pemerintah juga secara rutin menyelenggarakan berbagai forum komunikasi strategis. Forum ini melibatkan pemerintah dan para prinsipal perusahaan otomotif, asosiasi industri, dan pelaku usaha.

“Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting,” ungkap Anton.

Dorong dukungan stimulus

Gaikindo juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus memandang investor Jepang sebagai mitra strategis dalam pembangunan industri manufaktur Indonesia. Perusahaan otomotif Jepang yang telah puluhan tahun menjadi bagian dari industri otomotif Indonesia selalu menerapkan analisis mendalam, sistematis, dan perhitungan matang dalam berinvestasi di Indonesia.

Investasi Jepang tidak hanya dilakukan pada sektor manufaktur kendaraan dan komponen, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem pendukung yang memperkuat efisiensi, daya saing, serta keberlanjutan industri otomotif nasional. Dalam 5 tahun terakhir Jepang telah mengambil komitmen jangka panjang dalam memperkuat rantai nilai (automotive value chain) dengan membangun pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi.

Melihat dukungan pemerintah terhadap investasi Jepang, beberapa prinsipal otomotif dari Tiongkok juga menyatakan keinginannya untuk berkomitmen di Indonesia. Menurutnya hal ini menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki magnet yang besar bagi para manufakturer.

“Beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” tutur Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto. (JB/03/Wid)

Share:

Related Post