Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 24/4/2026). Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah sekaligus sangat aman untuk menghadapi potensi resiko iklim ke depan. Per 23 April 2026, stok beras di seluruh Indonesia mencapai 5.000.198 ton.
“Ini pertama sepanjang sejarah. Ini hasil kerja keras kita semua, seluruh anak bangsa,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras di Karawang, Kamis (23/4/2026).
Amran menegaskan kekuatan stok nasional saat ini juga telah diperhitungkan dalam menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.
“Sekarang kita akan menghadapi El Nino sekitar 6 bulan. Stok kita 5 juta ton, terbesar sepanjang sejarah. Selain itu, di Horeka (hotel, restoran, dan katering) tersedia sekitar 12,5 juta ton, serta standing crop sekitar 11 juta ton. Totalnya sekitar 22,5 juta ton atau setara 11 bulan kebutuhan,” jelas Amran seperti dikutip badanpangan.co.id. .
Dukungan infrastuktur
Dengan kondisi tersebut, menurut Amran, Cadangan Beras Pemerintah berada pada posisi yang sangat aman. “Artinya aman. Kekeringan (El Nino) hanya enam bulan, sementara kekuatan stok kita sekitar 11 bulan ke depan” tegasnya.
Ia menambahkan, produksi dalam negeri tetap berjalan meskipun memasuki musim kering, terutama didukung oleh infrastruktur irigasi yang terus diperkuat.
“Pada musim kering kita masih bisa produksi sekitar 2 juta ton per bulan karena irigasi berjalan. Dalam enam bulan bisa menghasilkan tambahan sekitar 6 sampai 12 juta ton atau setara sekitar empat bulan kebutuhan. Kalau kita hitung, 11 bulan ditambah 4 bulan, berarti sekitar 15 bulan. Artinya kekuatan pangan kita aman hingga April 2027,” ujar Amran.
Lebih jauh, Amran mengatakan capaian ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ketahanan pangan nasional, di mana Indonesia berhasil memperkuat stok tanpa bergantung pada impor.
“Alhamdulillah 2025 kita tidak impor. InsyaAllah 2026 juga tidak impor. Kita terus perkuat kolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (JB/03/Wid)















