Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 25/7/2026). Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyebut pembiayaan berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Penyaluran kredit ke dunia usaha dapat meningkatkan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing dunia usaha.
Hal itu disampaikan Destry Damayanti dalam keynote speech seminar nasional “Menjaga Stabilitas, Memperkuat Sinergi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembiayaan Produktif” di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dikatakan, untuk memastikan pembiayaan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian, diperlukan transformasi dari sekadar mengejar pertumbuhan kredit menuju pembiayaan yang berkualitas, Juga diperlukan berbagai program yang berjalan sendiri-sendiri menuju orkestrasi nasional melalui sinergi antarpemangku kepentingan.
Destry menegaskan bahwa kebijakan yang baik tidak berhenti pada keputusan di tingkat otoritas ataupun tersedianya dana di dalam sistem keuangan. “Dampak kebijakan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Mulai dari perusahaan besar hingga pedagang, petani, pengrajin, dan wirausaha muda di berbagai daerah,” ujar Destry dalam siaran pers BI.
Dalam konteks tersebut, penguatan pembiayaan UMKM menjadi salah satu bagian penting dari upaya memperkuat sektor produktif dan transformasi ekonomi nasional. Sejalan dengan itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pembiayaan sektor-sektor prioritas melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).
Dari sisi sistem pembayaran, BI juga terus memperkuat digitalisasi melalui QRIS, BI-FAST, dan SNAP guna memperluas integrasi pelaku usaha ke dalam ekosistem keuangan digital. Berbagai bauran kebijakan tersebut saling melengkapi dalam mendukung pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan berdampak bagi perekonomian.
Peran strategis UMKM
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Loto Srinaita Ginting menyebut UMKM berperan strategis sebagai penggerak perekonomian nasional. Karena itu, Pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
“Hal ini dilakukan antara lain melalui penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dukungan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembentukan holding UMKM,” jelasnya.
Pada acara yang sama, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ayahandayani K menyampaikan penguatan akses pembiayaan yang inklusif merupakan salah satu prasyarat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM.
Untuk itu, OJK terus memperkuat berbagai kebijakan dan program melalui pengembangan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta penguatan pelindungan konsumen. (JB/03/Wid)


