Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 8/4/2026). Sepanjang 2025, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel melampaui Rp4,9 triliun. Hal ini mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang solid sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen pasar modal syariah.
Atas kontribusi tersebut, BSI meraih tiga penghargaan dari Kementerian Keuangan yaitu Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2025 kategori bank syariah, Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik kategori skema investasi sosial, serta peringkat ketiga Dealer Utama (DU) SBSN Terbaik 2025. Penghargaan ini makin menegaskan peran BSI sebagai pemimpin dalam pengembangan pasar uang dan pasar modal syariah Indonesia.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha menegaskan bahwa capaian ini merupakan refleksi dari positioning BSI sebagai penggerak utama pasar modal syariah nasional.
“BSI berkomitmen tidak hanya sebagai distributor, tetapi sebagai katalis pertumbuhan pasar modal syariah. Kami akan terus memperluas basis investor, meningkatkan literasi, serta memperkuat peran dalam menciptakan pasar yang lebih dalam, likuid, dan efisien,” tegasnya.
Peran strategis
Dikatakan, sebagai institusi keuangan syariah terbesar di Tanah Air, BSI mengambil peran strategis dalam mempercepat pendalaman pasar (market deepening), memperluas basis investor, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap instrumen investasi syariah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pasar modal syariah sebagai pilar penting dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Melalui distribusi Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, serta Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), BSI tidak hanya memperluas penetrasi pasar, tetapi juga mengakselerasi integrasi antara sektor keuangan komersial dan sosial dalam ekosistem syariah. Dukungan infrastruktur digital end-to-end melalui BYOND by BSI, BSI Net Banking, dan BSI Mobile semakin memperkuat kapabilitas Perseroan dalam menghadirkan akses investasi yang seamless dan inklusif.
Penunjukan BSI sebagai Primary Dealer SBSN—satu-satunya bank syariah dengan lisensi tersebut—menjadi bukti konkret atas kepercayaan regulator terhadap kapabilitas Perseroan dalam menjaga likuiditas, memperkuat pendalaman pasar sekunder.
“Ke depan, BSI akan mengakselerasi transformasi digital, memperkuat sinergi dengan regulator dan pelaku industri, serta memperluas inovasi produk untuk mendorong pasar modal syariah Indonesia semakin kompetitif di tingkat global. Dengan strategi yang terarah dan eksekusi yang disiplin, BSI memposisikan diri sebagai pemimpin dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan,” jelas Firman.
Dukungan BSI terhadap industri pengembangan pasar modal syariah diwujudkan dalam produk Reksa Dana syariah di mana BSI bertindak sebagai Agen Penjual untuk produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi, Sukuk Perdana, Sukuk Sekunder, dan satu-satunya bank syariah sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek bekerja sama dengan perusahaan sekuritas serta juga menyediakan produk Rekening Dana Syariah bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi di saham syariah. (JB/03/Wid)















