Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 31/3/2026). Catatan positif diraih JAECOO di awal 2026. Merek SUV premium dan NEV (New Energy Vehicle) di bawah Chery International tersebut mampu membukukan penjualan yang kuat di awal tahun 2026 di berbagai pasar utama, termasuk Eropa dan Asia Tenggara. Hal ini makin mempertegas posisi JAECOO sebagai “Global Blockbuster Maker” di industri kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV).
Di pasar Eropa, JAECOO mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di tengah pasar yang kompetitif dan matang. Di Inggris, JAECOO J7 SHS-P berhasil menjadi model dengan penjualan ritel nomor satu pada Januari 2026 dengan 4.059 unit, serta mencatatkan lebih dari 30.100 unit dalam 12 bulan terakhir.
Di Italia, JAECOO J7 SHS-P memulai debutnya di posisi kedelapan dengan 416 unit, sementara di Spanyol mencatatkan 1.318 unit pada periode Januari hingga Februari 2026 dengan pertumbuhan 38,16% secara tahunan.
Di segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), JAECOO juga menunjukkan performa yang kuat dengan pengiriman lebih dari 4.000 unit per bulan dan menempati posisi kedua di pasar Eropa. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika pasar hybrid yang semakin kompetitif.
Momentum ini juga tercermin dari performa JAECOO di Asia Tenggara yang terus menunjukkan tren positif. Di Thailand, JAECOO J5 EV menjadi model terlaris dengan penjualan mencapai 6.806 unit pada Januari 2026, sekaligus memimpin segmen SUV dan BEV selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 16,1%.
Sementara di Indonesia, JAECOO juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia. Tren ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan penjualan 2.926 unit, sekaligus membawa JAECOO menembus jajaran 10 besar merek mobil nasional.
“Pertumbuhan di kedua kawasan ini menunjukkan bagaimana JAECOO bisa menjangkau pasar yang berbeda, baik di negara berkembang maupun pasar otomotif yang sudah matang. Di Asia Tenggara sendiri, kami melihat semakin banyak konsumen mulai beralih ke kendaraan energi baru untuk kebutuhan sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh. Dari situ, kami ingin menghadirkan solusi yang bisa digunakan di berbagai kondisi dalam satu kendaraan,” tegas Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma.
Teknologi SHS
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan teknologi Super Hybrid System (SHS), yang menjadi fondasi utama dari performa JAECOO secara global. Teknologi ini menghadirkan efisiensi penggunaan sehari-hari sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh, memungkinkan pengalaman berkendara yang lebih efisien tanpa mengorbankan performa di berbagai kondisi.
Dari efisiensi bahan bakar hingga jarak tempuh, serta dari efisiensi energi hingga dinamika berkendara, teknologi SHS menunjukkan kepemimpinan yang komprehensif di setiap aspek. Melalui satu solusi teknologi terintegrasi, sistem ini mampu menjawab dua kebutuhan yang
selama ini dianggap bertolak belakang yakni efisiensi bahan bakar dan performa tanpa mengharuskan konsumen untuk memilih salah satu.
Di Indonesia, teknologi SHS telah dihadirkan melalui lini JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Berdasarkan pengujian di kondisi jalan Indonesia, JAECOO J7 SHS-P mampu menempuh jarak hingga 1.377 km dengan satu tangki bahan bakar dan satu kali pengisian baterai penuh. Sementara JAECOO J8 SHS-P ARDIS mampu mencapai hingga 1.660 km dalam kondisi serupa, memberikan fleksibilitas untuk kebutuhan mobilitas jarak jauh.
Melalui kombinasi antara performa penjualan global dan keunggulan teknologi, JAECOO terus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai technology leader, tetapi juga sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan energi baru. Dengan strategi yang konsisten dan berkelanjutan, JAECOO semakin mendekati visinya sebagai “global elegant off-road brand” yang relevan di berbagai pasar dunia. (JB/03/Wid)















