Jakarta, JaringBisnis. Ribuan umat Islam melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah mengikuti keputusan PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026. Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama, menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyatul hilal (pemantauan hilal secara langsung) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026 yang disampaikan melalui sidang isbat.
Din Syamsuddin selaku Khotib Salat Idulfitri di lapangan Ketangkasan Berkuda Pulomas, Jakarta, berpesan agar perbedaan penetapan 1 Syawal janganlah dipermasalahkan dan menghimbau agar seluruh umat muslim tetap menjaga ukuwah Islamiah. (JB/04/ONE).

Ribuan warga bersama-sama mengikuti Salat Idul Fitri. JaringBisnis/Darmawan 
Jamaah khusuk beribadah. JaringBisnis/Darmawan 
Khotib Salat Idul Fitri Din Syamsuddin berpesan agar perbedaan penetapan 1 Syawal tidak perlu dipermasalahkan. JaringBisnis/Darmawan 
Seorang anak membawa boneka saat mengikuti Salat Idul Fitri. JaringBisnis/Darmawan















