Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 20/3/2026). Untuk menopang kelancaran perjalanan masyarakat pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H, PT PLN (Persero) menyiagakan 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali. Dari jumlah tersebut, 297 SPKLU berada di Jawa Timur yang tersebar di 158 lokasi strategis dan 142 unit SPKLU berada di Bali di 93 lokasi strategis.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, usai meninjau SPKLU di Rest Area KM 792 A Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur mengatakan kesiapan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman dan bebas dari rasa khawatir akan kehabisan daya di tengah perjalanan.
PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi dalam keterangannya.
Tumbuh 60 persen
Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV pada periode mudik tahun ini akan tumbuh hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kian matang dan semakin diterima luas oleh masyarakat.
Untuk menjawab pertumbuhan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi juga menempatkannya secara strategis di titik-titik dengan tingkat okupansi tinggi, seperti rest area jalan tol, jalur penghubung antarkota, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan.
Jarak antarSPKLU pun dirancang dalam rentang ideal sekitar 22 kilometer, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” tambahnya.
Lebih jauh, penguatan infrastruktur kendaraan listrik ini tidak hanya berfokus pada aspek layanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendorong transisi energi nasional.
Di tengah dinamika global, kendaraan listrik dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” ujar Adi. (JB/03/Wid)















