Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 15/2/2026). PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) makin memperkuat perannya sebagai world leading geothermal producer company melalui dukungan pada inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Keterlibatan dalam proyek ini menegaskan kontribusi PGE dalam menghadirkan solusi energi rendah emisi berbasis panas bumi untuk mendukung keberlanjutan operasional infrastruktur energi strategis nasional.
Dalam inisiatif ini, PGE berkontribusi melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung. Green hydrogen tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pilot project dan diarahkan untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong, dengan target peningkatan porsi pemanfaatan listrik rendah karbon hingga mencapai sekitar 25 persen dari kebutuhan listrik operasional terminal secara bertahap.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani menyatakan keterlibatan PGE dalam inisiatif ini merupakan langkah konkret integrasi energi panas bumi ke dalam rantai nilai hilir sektor energi.
“PGE memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan end-to-end panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis,” ujar Ahmad Yani.
Tegaskan komitmen
Integrasi energi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta menurunkan emisi yang berasal dari penggunaan listrik untuk kegiatan operasional terminal. Inisiatif ini juga mencerminkan pengembangan model pemanfaatan energi terbarukan yang dapat diterapkan pada fasilitas energi strategis lainnya.
Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET). Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) dan kemampuan melayani kapal hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT), terminal ini memasok sekitar 35 persen–40 persen kebutuhan LPG nasional dan berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga.
Melalui dukungan terhadap Green Terminal Tanjung Sekong, PGE menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemanfaatan energi panas bumi secara end-to-end, termasuk inovasi produk turunan seperti green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060. (JB/03/Wid)















