Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 24/4/2026). Toyota Motor Corporation melalui Woven by Toyota memperkenalkan Toyota Woven City sebagai kota uji coba (test course) pengembangan teknologi mobilitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Inisiatif ini ditujukan untuk mewujudkan masyarakat dengan mobilitas yang aman melalui integrasi manusia, kendaraan, dan infrastruktur.
Dalam agenda Kakezan yang berlangsung 23–24 April 2026 di Susono, Jepang, Toyota mengundang distributor dari berbagai negara untuk melihat langsung perkembangan kota tersebut. Woven City dirancang sebagai ekosistem hidup yang memungkinkan pengujian teknologi secara real-time melalui empat pilar utama, yakni People, Goods, Information, dan Energy.
“Toyota Woven City berfungsi sebagai rumah bagi penduduk dan peneliti untuk mengembangkan teknologi mobilitas masa depan, mulai dari kendaraan otonom hingga infrastruktur lalu lintas terintegrasi,” ujar Takuya Yokohama, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Ia menambahkan, pengujian dilakukan secara langsung dalam ekosistem kota melalui aktivitas sehari-hari, sehingga teknologi dapat dikembangkan secara terintegrasi dan aplikatif.
Konsep Woven City pertama kali diperkenalkan dalam ajang Consumer Electronics Show 2020. Kota ini mulai dibangun dan memasuki tahap awal peluncuran pada September 2025.
Pada fase pertama, kawasan ini memiliki luas sekitar 50.000 meter persegi dan akan dikembangkan hingga 708.000 meter persegi. Jumlah penghuni awal sekitar 360 orang, yang terdiri dari karyawan dan peneliti, dan ditargetkan meningkat hingga 2.000 orang.
Penghuni Woven City terdiri dari dua kelompok utama, yakni Inventor (penemu) yang mengembangkan inovasi, serta Weaver (pengguna) yang memberikan perspektif dan umpan balik terhadap teknologi yang diuji.
Kota ini menggunakan energi berbasis hidrogen melalui teknologi fuel cell, seperti yang diterapkan pada Toyota Mirai. Seluruh sistem kota saling terhubung melalui data dan sensor untuk mendukung pengujian teknologi secara langsung dengan bantuan AI.
Transformasi Toyota
Sejalan dengan pengembangan Woven City, Toyota Indonesia telah bertransformasi dari perusahaan otomotif menjadi perusahaan mobilitas sejak 2018. Transformasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam dan kompleks.
Melalui konsep Total Mobility Solution, Toyota menghadirkan berbagai layanan dan teknologi untuk mendukung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi. Salah satunya melalui inisiatif kendaraan elektrifikasi “Hybrid EV untuk Semua” yang mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Beberapa model hybrid yang dipasarkan di Indonesia antara lain Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid, dan Toyota Veloz Hybrid.
Selain itu, Toyota juga mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi mToyota yang memungkinkan pelanggan terhubung dengan layanan secara real-time. Di sisi keselamatan, teknologi Toyota Safety Sense (TSS) terus dikembangkan untuk meningkatkan keamanan berkendara melalui sensor, kamera, dan radar.
Peran AI dalam ekosistem mobilitas
Woven City mengintegrasikan berbagai teknologi AI, termasuk AI Vision Engine yang mampu membaca dan merespons kondisi lingkungan secara real-time. Sistem ini mengolah data visual, perilaku, dan lingkungan untuk mendeteksi potensi risiko dan meningkatkan keselamatan.
Teknologi ini diperkuat dengan Integrated ANZEN System yang mengombinasikan berbagai kecerdasan buatan, termasuk analisis perilaku manusia dan sistem bantuan berkendara. Dengan integrasi tersebut, kendaraan, pejalan kaki, dan infrastruktur dapat saling berkomunikasi dalam satu sistem.
“Perkembangan mobilitas masa depan akan sangat dipengaruhi oleh AI. Teknologi ini tidak menggantikan manusia, tetapi melengkapi kemampuan dan intuisi untuk menciptakan mobilitas yang lebih aman, inklusif, dan nyaman,” ujar Jap Ernando Demily, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.
Ia menegaskan, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Toyota dalam mewujudkan visi global “Mobility for All”. (JB/03/Wid)















