Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 26/7/2026). Memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Pertamina terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda yang cerdas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hal itu dilakukan melalui program Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina.
Kedua program tersebut menggabungkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan pengalaman belajar langsung (experiential learning). Dalam program ini peserta tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga kini, kedua program telah menjangkau 17.021 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung sebagai Green Warriors. Para peserta memperoleh pembelajaran mengenai energi bersih, perubahan iklim, ekonomi sirkular, serta pengelolaan lingkungan melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif.
Sebagai bagian dari program tersebut, Pertamina telah mengembangkan 33 Sekolah Energi Berdikari STEM di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menghadirkan laboratorium pembelajaran berbasis energi bersih melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas terpasang 105,6 kWp.
Program ini berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 122,24 ton CO2e per tahun, penghematan biaya listrik sekitar Rp217,6 juta per tahun, serta mendukung penanaman 530 pohon sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui GreenBus Pertamina, para Green Warriors juga diajak mengunjungi berbagai lokasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, seperti Kampung Hijau Gang Cemara Jakarta Utara, Desa Energi Berdikari Kampung Eduwisata Bhinneka Jakarta Pusat, Kampung Keberagaman & Batik Proklim Lestari di Cirebon, serta Kampoeng Radjoet Binong “Merajut Asa Kita” di Bandung.
Di lokasi tersebut, peserta belajar secara langsung mengenai pengelolaan sampah, energi terbarukan, ekonomi sirkular, hingga pemberdayaan masyarakat.
Seluruh pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam Saku Hijau, jurnal lapangan yang menjadi media refleksi peserta. Mereka juga mengembangkan berbagai permainan edukatif bertema lingkungan untuk diterapkan kembali di sekolah sehingga semangat menjaga bumi dapat menginspirasi teman sebaya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Reyhan Syukur, pelajar asal Bandung yang mengikuti GreenBus Pertamina, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai isu lingkungan.
“Awalnya saya kira isu lingkungan itu hanya tentang data dan angka. Setelah ikut GreenBus, saya jadi paham bahwa semua dimulai dari kebiasaan kecil yang bisa saya lakukan mulai hari ini,” ungkap Reyhan.
Sejak usia dini
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis pengalaman.
“Anak-anak dan generasi muda adalah aset bangsa sekaligus pemimpin masa depan. Melalui Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata. Kami berharap para Green Warriors dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga, sekolah, dan komunitasnya untuk bersama-sama menjaga bumi,” ujar Baron.
Melalui kedua program tersebut, Pertamina terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional 2026, Pertamina percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah membekali generasi muda dengan pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian untuk menjadi Green Warriors yang siap menjaga bumi bagi generasi mendatang. (JB/03/Wid)


