Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 2, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogNasionalHumanioraPERINGATI HARI ANTINARKOBA INTERNASIONAL, KOMOENITAS MAKARA GELAR MAJELIS NYALA PURNAMA

PERINGATI HARI ANTINARKOBA INTERNASIONAL, KOMOENITAS MAKARA GELAR MAJELIS NYALA PURNAMA

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 1/7/2026). Dalam rangka memperingati Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2026, Komoenitas Makara menggelar program kebudayaan luhur bertajuk ‘Majelis Nyala Purnama’. Kegiatan yang terselenggara berkat kolaborasi dengan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Urban Spiritual Indonesia berlangsung di Makara Art Center UI, Selasa (30/6/2026).

Mengangkat tema “Membangun Strategi Preventif dalam Membentuk Kesadaran Budaya Bersih Narkoba”, acara ini memadukan pendekatan hukum, sains, sosial, dan seni budaya. Majelis Nyala Purnama hadir sebagai simbol nyala lentera kesadaran kolektif untuk menerangi dan melindungi generasi bangsa dari ancaman gelap narkotika.

Narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol. M Zainul Muttaqien, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dr. Bina Ampera Bukit, Guru Besar Departemen Kriminologi UI Prof Drs. Adrianus Eliasta Meliala, Direktur Kebudayaan UI Dr Ngatawi Al Zastrouw, dan Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani.

Melalui dialog interaktif dan kontemplasi budaya ini, para kolaborator sepakat pemberantasan narkoba tidak dapat bersandar pada aspek hukum semata. Dibutuhkan sebuah gerakan kebudayaan yang terstruktur untuk membangun benteng mental yang kokoh di tengah masyarakat.

“Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan malam ini bukan sebagai akhir sebuah peringatan, melainkan awal dari dari gerakan bersama. Sesungguhnya pencegahan narkotikan bukan hanya tugas BNN, Ini adalah tugas kita semua sebagai orang, akademisi, pemerintah, media, komunitas, dan seluruh elemen bangsa.” ujar Zainul Muttaqien.

Sedangkan Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al Zastrouw menyebut narkoba seperti virus yang akan menyerang saat imunitas tubuh lemah dan rentan. Demikian sebaliknya kalau imunitas tubuh kuat, jelasnya, maka dia tidak akan bisa menyerang.

“Untuk menanggulangi dan mencegah penyalahgunaan narkoba, diperlukan tindakan preventif. Dalam konteks ini strategi gerakan kebudayaan menjadi penting dan vital,” ujar Ngatawi Al Zastrouw.

Sementara Dr Turita Indah Setyani menyatakan meditasi merupakan metode yang bisa menjadi self-healing. “Meditasi dapat membantu meningkatkan kesadaran berbudaya bersih narkoba, bersih seluruhnya dalam kehidupan ini,” ungkap pendiri Urban Spiritual Indonesia tersebut. (JB/03/Wid)

komoenitas makara

Share:

Related Post