Live News

28.3°C
  • Jakarta
June 26, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogNasionalPendidikanMELALUI IPTEK, PERGURUAN TINGGI DITUNTUT DORONG KEMAJUAN BANGSA

MELALUI IPTEK, PERGURUAN TINGGI DITUNTUT DORONG KEMAJUAN BANGSA

Hal tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat membuka sarasehan kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026, hari ini.

Presiden memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan para guru besar, akademisi, peneliti, dan pemimpin perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

“Saya menilai para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ucap Presiden seperti dikutip setneg.go.id.

Presiden juga menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat kembali berdialog langsung dengan para pemimpin perguruan tinggi. Kepala Negara menyebut pertemuan ini menjadi kali keempat dirinya bertatap muka dengan para rektor sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

2.600 peserta

Sementara itu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang menyampaikan KSTI 2026 diikuti lebih dari 2.600 peserta. Peserta terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan serta para peneliti termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti.

“Hadir juga lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujar Brian.

Brian menjelaskan bahwa ajang ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025. Menurutnya, sarasehan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

“Sarasehan ini merupakan rangkaian dari program KSTI 2026. Tujuannya menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa,” ungkap Brian.

Brian menambahkan, tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” selaras dengan arah pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah. Karena itu, Kemendikti Sains, dan Teknologi bersama seluruh perguruan tinggi terus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi.

“Di bawah arahan Presiden, pemerintah terus bergerak cepat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Dalam semangat tersebut, kami bersama seluruh kampus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintahan,” ucap Brian. (JB/03/Wid)

Related Post