Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 1, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiJASA MARGA BUKUKAN PENDAPATAN RP10,3 TRILIUN PADA SEMESTER I 2026

JASA MARGA BUKUKAN PENDAPATAN RP10,3 TRILIUN PADA SEMESTER I 2026

Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 1/9/2026). Kinerja solid dicapai PT Jasa Marga pada semester 1 2026. Pada paruh pertama 2026, Jasa marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyampaikan pencapaian pada semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Dikatakan, pencapaian semester I 2026 merupakan komitmen Perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat. Kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat, jelasnya, merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol.

“Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan dalam keterangannya.

Pendapatan usaha Perseroan ini didorong kontribusi pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun, naik 6,8% dibanding periode sebelumnya. Selain itu pendapatan usaha lain perseroan juga naik 17.6% menjadi Rp798,2 miliar.

BACA JUGA  BTN BUKUKAN LABA BERSIH RP1,7 TRILIUN PADA SEMESTER I 2025

Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional yang terukur berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di level 67,8%.

Capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada profitabilitas Perseroan, dengan realisasi laba bersih yang diatribusi kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,9 triliun, Angka ini tumbuh 2,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terus berinovasi

Sepanjang semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Sementara realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3.58 juta kendaraan per hari.

Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

Guna menopang tren peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga terus memperkuat perannya sebagai market leader jalan tol di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 km yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM jalan tol yang setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

BACA JUGA  PERTAMINA DAMPINGI UMKM BINAAN PASOK PASAR NASIONAL

“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani,” jelas Rivan.

Memasuki paruh kedua 2026, Jasa Marga melihat momentum pertumbuhan positif masih memiliki ruang untuk terus berkembang. Hal ini seiring dengan membaiknya konektivitas dan geliat aktivitas ekonomi nasional.

“Pencapaian solid di semester I 2026 menjadi pijakan kokoh bagi Perseroan untuk melangkah lebih jauh. Dengan pengalaman dan skala jaringan yang dimiliki, Perseroan akan terus berinovasi, menjaga tata kelola yang bertanggung jawab, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh stakeholder,” pungkas Rivan. (JB/03/Wid)

Related Post