Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 5, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiWAMENKEU OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI TETAP TERJAGA

WAMENKEU OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI TETAP TERJAGA

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 5/8/2026). Perekonomian Indonesia dinilai akan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 serta pengelolaan fiskal tetap kredibel dan pruden. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta.

Menurut Juda Agung, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 diperkirakan masih berada di atas 5 persen. Meski angka pertumbuhan ekonomi diprediksi sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, aktivitas ekonomi nasional tetap menunjukkan tren yang positif.

“Pertumbuhan di triwulan II ini sedikit lebih rendah dibanding triwulan I, tetapi gairah ekonomi masih berjalan dengan baik. PMI sudah menunjukkan ekspansi, sementara impor barang modal dan bahan baku meningkat, yang menandakan aktivitas produksi dan investasi terus tumbuh,” ujar Juda Agung seperti dikutip kemenkeu.go.id.

Pemerintah meyakini target pertumbuhan ekonomi 2026 pada kisaran 5,6–6,0 persen masih dapat dicapai. Berbagai stimulus pada semester II, termasuk di sektor manufaktur dan otomotif, diharapkan semakin memperkuat aktivitas ekonomi.

BACA JUGA  PURBAYA OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI 2026 TEMBUS 6 PERSEN

Optimisme tersebut juga didukung oleh terjaganya daya beli masyarakat. Wamenkeu menjelaskan bahwa deflasi pada Juli 2026 bukan disebabkan melemahnya permintaan, melainkan dipengaruhi penurunan harga komoditas tertentu seperti bawang merah dan emas.

“Kalau dilihat data kemarin, deflasi itu kan lebih banyak disebabkan oleh penurunan harga pangan khususnya bawang merah dan juga harga emas turun. Ini tidak terlalu tidak mengindikasikan bahwa demand lemah. Apalagi ditambah PMI-nya naik,” jelasnya.

APBN jadi penopang

Lebih lanjut, Juda Agung menjelaskan kinerja perekonomian Indonesia juga ditopang oleh kondisi APBN yang tetap sehat dan kredibel. Wamenkeu menyampaikan beberapa indikator seperti pertumbuhan penerimaan negara, belanja negara serta defisit yang terjaga menandakan kondisi APBN tetap sehat dan prudent.

BACA JUGA  PEREKONOMIAN TUMBUH 5,61%, PURBAYA: MULAI LEPAS DARI KUTUKAN PERTUMBUHAN 5%

“Dari sisi revenue ada kenaikan yang cukup signifikan 24%, kemudian ini yang kemudian juga membuka ruang fiskal sehingga belanjanya juga bisa tumbuh 17% sekitar itu. Perlu dicatat, defisit kita sampai dengan Juni, artinya satu semester ya, satu semester itu masih 0,76 persen. Itu sangat terjaga, terkelola dengan baik lah, fiskal kita yang memang sangat prudent,” jelas Wamenkeu.

Pengelolaan fiskal yang disiplin tersebut, menurut Wamenkeu Juda turut memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia. Hal itu tercermin dari tetap terjaganya peringkat kredit Indonesia serta tingginya minat investor terhadap instrumen pembiayaan pemerintah.

“Artinya kita mampu tumbuh tinggi tanpa mengorbankan stabilitas. Inflasi terjaga, fiskal tetap sehat, dan ekonomi tetap bertumbuh di atas 5 persen. Inilah yang menjadi dasar kepercayaan investor terhadap Indonesia,” imbuhnya. (JB/03/Wid)

#wamenkeu  #ekonomi

 

Related Post