Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 8/7/2026). Komunitas pesepeda Bike to Work (B2W) Indonesia kembali menggelar acara mingguan bertajuk Wednesday Ride & Coffee pada Rabu (8/7/2026). Bertempat di Pelataran FX Sudirman, Jakarta Pusat, agenda bersepeda dan berkumpul bersama kali ini terasa spesial dengan kehadiran sosok pesepeda inspiratif, Ari Yami dan Dzaki Wardana.
Nama Ari Yami sempat ramai diperbincangkan di berbagai media, berkat aksi luar biasanya mengayuh sepeda dari kampung halamannya di Majalengka, Jawa Barat, menembus jarak lebih dari 12.000 kilometer melintasi berbagai negara Asia hingga tiba di Madinah dan Mekah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah umrah pada tahun 2024. Sebelum perjalanan lintas negara tersebut, ia juga telah menuntaskan misi berkeliling Indonesia dengan bersepeda melewati 29 provinsi selama tiga tahun.
Setelah melanglang buana, Ari Yami hadir menyapa para pekerja dan pencinta gowes di ibu kota dalam acara Wednesday Ride and Coffee yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Acara ini juga turut dihadiri oleh Dzaki Wardana, pesepeda tangguh tanah air yang sempat mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil meraih urutan kelima dalam ajang balap sepeda jalanan jarak jauh paling bergengsi di dunia, Trans Am Bike Race (TABR) 2023, yang melintasi wilayah Amerika Serikat sepanjang 6.745 kilometer.
Meskipun dihadiri oleh dua pesepeda lintas negara, jalannya sesi bincang-bincang dan sorotan utama pagi itu berfokus pada Ari Yami. Hal ini dikarenakan Dzaki Wardana hanya hadir untuk meramaikan acara dan tidak bisa ikut mengayuh sepeda bersama rombongan akibat kondisi cedera yang sedang dialaminya.
Dalam wawancara di sela-sela acara, Ari menyampaikan rasa syukur dan bahagianya bisa ikut serta dalam kegiatan bersepeda bersama ini. “Ya alhamdulillah sekarang bisa silaturahmi sama teman-teman komunitas bike to work yang ada di Jakarta. Kesan-kesannya seru dan tadi juga apa namanya, sharing-sharing di sini dan bareng sama teman-teman,” ujar Ari Yami.
Meski begitu, ia sedikit menyayangkan durasi pertemuan yang dirasanya berlalu sangat cepat karena para peserta harus segera bersiap menuju tempat kerja masing-masing. “Terus eh kayaknya kurang lama ya, jadi udah pada bubar lagi. Mungkin karena mereka kerja kan. Tapi sejauh ini, ya seru sih.”
Ketika ditanya mengenai tips khusus bagi masyarakat yang baru ingin memulai kebiasaan bersepeda di tengah padatnya arus lalu lintas kota, Ari menekankan bahwa tidak ada batasan atau perbedaan antara pesepeda senior maupun pemula. Menurutnya, hal paling penting adalah langsung mulai mengayuh tanpa perlu banyak berpikir.
“Sebenarnya enggak ada tips-tips buat pesepeda pemula atau apa ya, kita sebagai pesepeda kalau ada sepeda udah aja gowes gitu kan, mau ke mana pun gitu. Karena semuanya dimulai dari langkah kecil dulu kan. Kalau misalnya kita mau sesuatu yang besar, ya kita harus jalan dulu aja gitu,” tuturnya.
Bagi Ari, esensi utama dari bersepeda adalah menjaga kebugaran tubuh dan berolahraga secara konsisten. Ia pun mengajak masyarakat luas untuk tidak ragu menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.
“Untuk pemula, rajin-rajin gowes aja. Kayanya kita semua sama aja gowes sih, enggak ada pemula, enggak ada yang udah senior atau apa. Kita semua sama, pesepeda, dan tujuannya juga kita sehat, olahraga. Jadi buat teman-teman yang sekarang lagi baru mulai sepedahan, semangat terus karena ya usahakan wajib sepedahan setiap hari. Itu aja sih,” pungkas Ari.
Acara Wednesday Ride & Coffee ini diharapkan terus konsisten berjalan demi membangun budaya transportasi yang lebih sehat, ramah lingkungan, sekaligus menjadi fondasi kebugaran bagi kaum urban di tengah kepungan kemacetan Jakarta. (JB/02/Kevin/GlG)


