Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 10, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiHILIRISASI BAUKSIT JADI PIJAKAN PENGEMBANGAN MINERAL STRATEGIS

HILIRISASI BAUKSIT JADI PIJAKAN PENGEMBANGAN MINERAL STRATEGIS

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 10/8/2026). BUMN holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID menilai hilirisasi tidak berhenti pada produk utama. Berkembangnya proses pengolahan mineral juga membuka peluang mengoptimalkan mineral ikutan dan produk samping untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Tantangan hilirisasi tidak lagi hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Selain itu juga harus menjaga rantai pasok, serta mengoptimalkan potensi dari setiap proses pengolahan mineral.

Penguatan rantai pasok tersebut tercermin melalui pelepasan ekspor 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina (CGA) dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Tiongkok. Momentum ini menunjukkan produk bernilai tambah dari hilirisasi bauksit Indonesia mampu menjangkau pasar global.

BACA JUGA  PERKUAT INTEGRASI KOMUNIKASI, MIND ID DORONG TERBENTUKNYA GENERASI EMAS INDONESIA

Peluang tersebut menjadi relevan bagi pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE). Potensinya dapat ditemukan pada mineral alami maupun sumber non-konvensional, termasuk residu bauksit, terak nikel, dan produk samping pengolahan timah.

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan pengembangan LTJ membutuhkan kepastian regulasi. Hal tersebut disebabkan sejumlah unsur LTJ hadir sebagai unsur ikutan dalam kadar sangat rendah. Ia berharap terdapat ambang batas kandungan yang jelas dan proporsional untuk membedakan LTJ sebagai mineral utama dan unsur ikutan dalam komoditas ekspor.

Kepastian tersebut penting karena keberadaan LTJ dalam kadar rendah tidak serta-merta menjadikan suatu komoditas layak diekstraksi sebagai produk LTJ. Unsur seperti serium dan lantanum, misalnya, dapat ditemukan hingga satuan part per million (ppm).

BACA JUGA  MIND ID OPTIMALKAN NILAI TAMBAH BATU BARA DENGAN PENGUATAN INISIATIF SMART MINING

“Jika Indonesia mampu memisahkan LTJ dari mineral ikutannya secara ekonomis dan efisien, sesungguhnya Indonesia sudah menjadi negara pengolah LTJ,” ujar Dany dalam keterangannya.

Pengembangan LTJ

Untuk membangun kemampuan tersebut, MIND ID bersama Badan Industri Mineral (BIM) dan didukung BRIN tengah menyusun roadmap teknologi pengolahan dan pemurnian LTJ nasional. Termasuk di dalamnya pemetaan sumber bahan baku dan teknologi yang dibutuhkan.

Pengembangan LTJ menjadi strategis karena dibutuhkan berbagai industri masa depan, mulai dari kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik, hingga manufaktur berteknologi tinggi.

“MIND ID terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia,” ungkap Dany. (JB/03/Wid)

#hilirisasi  #pertambangan

Share:

Related Post