Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 4/8/2026). Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat ekosistem haji dan umrah sekaligus mendorong masyarakat mempersiapkan dana ibadah haji sejak dini. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, ingginya minat masyarakat terhadap layanan haji dan umrah menjadi salah satu keunikan BSI sebagai bank syariah.
“Melalui program ini kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji BSI. Kami mendorong masyarakat mempersiapkan dana haji sejak dini agar memiliki kesiapan finansial saat pelunasan ibadah haji beberapa tahun mendatang,” ujarnya.
Program ini memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten menabung dan mempersiapkan kebutuhan ibadahnya. Dalam program tersebut, BSI mengumumkan 50 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah umrah yang bisa diunduh di laman BSI.
Pemenang Tabungan Haji Berhadiah Umrah yang diumumkan hari ini adalah nasabah yang berlangsung mulai Februari-Juni 2026. Dalam program ini, setiap top-up Rp1 juta memperoleh satu poin, dengan ketentuan menjaga saldo akhir bulan dan rata-rata saldo bulanan minimal Rp5 juta.
Kepada para pemenang, perseroan mengimbau para pemenang untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi perseroan dan mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan BSI. Informasi pemenang dan program dapat diperoleh melalui kanal resmi BSI, termasuk website, kantor cabang dan layanan BSI Call 14040.
Terus tumbuh
Hingga Mei 2026, Tabungan Haji BSI mencapai Rp16,25 triliun, tumbuh 17,15% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu kontributor positif terhadap kinerja dana pihak ketiga (DPK) BSI yang mencapai Rp372 triliun, tumbuh 16,74% YoY.
Saat ini, jumlah daftar tunggu haji Indonesia mencapai sekitar 5,5 juta orang, dengan sekitar 62,34% atau 3,4 juta di antaranya merupakan nasabah Tabungan Haji BSI. Dari sekitar 221 ribu jemaah yang diberangkatkan setiap tahun sesuai kuota, rata-rata sekitar 172 ribu jemaah atau 84,7% merupakan nasabah Tabungan Haji BSI.
“Masa tunggu haji yang panjang perlu dipersiapkan secara matang. Masyarakat perlu terus menabung untuk memenuhi kebutuhan biaya pelunasan haji, mengingat dalam 15–25 tahun ke depan biaya perjalanan ibadah haji berpotensi meningkat seiring inflasi dan dinamika nilai tukar,” katanya.
Dalam membantu nasabah mempersiapkan ibadah haji, BSI menyediakan berbagai alternatif menabung yakni autodebet Tabungan Haji mulai Rp100 ribu per bulan, program blokir dana Mabrur Extra Rezeki (MAXI), serta berbagai program apresiasi Tabungan Haji.
“Ekosistem haji dan umrah merupakan salah satu kekuatan utama BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses untuk mendaftar haji, tetapi juga memiliki kesiapan finansial yang baik selama masa tunggu,” tutup Anton. (JB/03/Wid)


