Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 21/7/2026). Dengan populasi 290 juta, kelas menengah berkembang pesat, serta tingkat adopsi digital yang sangat tinggi, Indonesia menjadi magnet bagi merek-merek Jepang. Potensi tersebut yang ingin digarap NAVICUS Inc., perusahaan asal Tokyo dengan spesialisasi strategi pemasaran media sosial dan corporate communications.
Hal tersebut dilakukan NAVICUS dengan menggandeng Sakative, agensi pemasaran terintegrasi terkemuka berbasis di Jakarta. Kerja sama yang juga melibatkan AAI serta Awina dan ditandatangani pada Jumat (17/7/2026) ini membentuk ‘sistem dukungan satu pintu’ untuk membantu perusahaan Jepang agar masuk dan berkembang di Indonesia.
Kolaborasi ini menjawab tantangan yang sering dihadapi perusahaan Jepang yang ingin masuk ke Indonesia. Dukungan yang terfragmentasi dari berbagai penyedia jasa menyebabkan kesulitan koordinasi dan ketidakpastian mengenai siapa yang harus dihubungi.
Model kerja sama baru ini menghadirkan bantuan terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam kolaborasi ini, NAVICUS berperan sebagai kontak utama bagi perusahaan Jepang sekaligus memimpin pengembangan strategi pemasaran secara keseluruhan.
Sementara AAI memberikan dukungan dari sisi Jepang dalam strategi ekspansi bisnis dan business matching. Sedangkan Awina menangani koordinasi lokal, aspek hukum, dan administrasi dari sisi Indonesia; serta dan Sakative melaksanakan kegiatan pemasaran dan promosi secara digital dan menyeluruh.
Potensi besar
Kazuya Takeuchi, Presiden Direktur, NAVICUS Inc mengatakan Indonesia menyimpan potensi besar bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Hal ini didukung oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap merek Jepang serta daya beli dan minat konsumsi yang kuat.
“Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi sebelum mengambil langkah pertama, seperti perbedaan praktik bisnis, sistem hukum, serta kesulitan menemukan mitra lokal yang tepat,” jelas Kazuya Takeuchi.
“NAVICUS bersama AAI, Awina, dan Sakative telah membangun sistem dukungan satu pintu untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. Kami akan mendampingi proses ekspansi bisnis Anda ke Indonesia, mulai dari penyusunan strategi hingga pelaksanaan kegiatan promosi di pasar lokal,” tambah Kazuya Takeuchi.
Di sisi lain, Fujiyanto Ahmad, Direktur Sakative menyebut visi yang diusung dalam kerja sama ini adalah membantu brand Jepang tidak hanya masuk ke Indonesia, tetapi benar-benar dipahami dan diterima oleh konsumennya. Indonesia , jelasnya, adalah pasar yang besar dan sangat dinamis. Karena itu, brand harus memahami budaya lokal, kebiasaan digital, cara konsumen berinteraksi, serta bagaimana membangun kepercayaan yang tulus.
“Sakative mengambil peran untuk membantu brand Jepang menemukan cara komunikasi dan strategi pemasaran yang relevan dengan pasar Indonesia. Dipadukan dengan pemahaman mendalam NAVICUS terhadap brand dan perspektif pasar Jepang, serta kemampuan eksekusi lokal kami yang komprehensif, kami yakin kemitraan ini akan menjadi jembatan yang efektif bagi brand Jepang yang ingin tumbuh secara berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya.
Pembicaraan kerja sama antara NAVICUS dan Sakative dimulai sejak Februari 2026 saat tim NAVICUS melakukan kunjungan langsung ke Indonesia. Kemitraan ini saat ini berada pada fase awal strategis, dengan fokus utama pada pemetaan pasar secara menyeluruh, analisis audiens dan perilaku konsumen, pemetaan lanskap kompetitor, penyusunan kerangka lokalisasi, serta rekomendasi strategi channel.
Belum ada kampanye brand spesifik atau proyek pilot yang diumumkan secara publik. Prioritas saat ini adalah membangun fondasi yang kokoh agar brand Jepang dapat masuk ke Indonesia dengan strategi yang matang dan selaras secara budaya.
Dalam jangka pendek (6–12 bulan), para mitra menargetkan penyusunan kerangka untuk masuk pasar yang jelas serta memajukan beberapa brand atau kategori ke tahap diskusi pilot atau komersial. Dalam jangka panjang (2–3 tahun), visi besar dari kolaborasi ini adalah menjadi jembatan yang terpercaya dan berkelanjutan dan memungkinkan brand Jepang tidak hanya meluncurkan produk tetapi juga berkembang secara menguntungkan di Indonesia. (JB/03/Wid)


