Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 30/6/2026). Langkah Jerman di Piala Dunia 2026 berakhir dengan antiklimaks. Untuk ketiga kali secara beruntun, Jerman gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.
Tim Panser mengawali penampilan di Piala Dunia 2026 dengan meyakinkan setelah menang 7-1 atas Curacao. Namun, Jerman harus angkat koper usai tersingkir di babak 32 besar.
Menghadapi Paraguay, Jerman takluk 3-4 dalam adu penalti setelah bermain 1-1 hingga 120 menit, dini hari tadi. Ini menjadi kekalahan pertama Jerman di Piala Dunia melalui adu penalti.
Kegagalan ini makin memperpanjang catatan buruk Jerman di Piala Dunia. Sejak menjuarai Piala Dunia 2014 Brasil, prestasi Jerman turun drastis dengan gagal lolos dari penyisihan grup di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Jerman yang dilatih Joachim Low tersingkir setelah menelan dua kekalahan di penyisihan Grup F. Empat tahun berselang di Qatar, Hansi Flick yang menduduki kursi pelatih juga gagal membawa Jerman lolos dari penyisihan Grup E.
Pada Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann yang menggantikan Hansi Flick, diharapkan bisa membawa Jerman melangkah lebih jauh. Hasilnya, Jerman lolos dari dari babak awal dengan menjadi juara Grup E.
Namun, nasib sial kembali diterima Jerman di babak 32 besar menghadapi Paraguay. Sepanjang laga, Jerman yang tertinggal lebih dulu melalui gol Julio Enciso (42′) dan menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz (54′), mampu mendominasi laga. Jerman seharusnya menang jika gol sundulan Jonathan Tah di menit ke-105 masa perpanjangan waktu tidak dianulir wasit.
Dalam adu penalti, keberuntungan tidak berpihak kepada Jerman. Empat kali gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer berhasil dijebol para algojo Paraguay. Sedangkan para eksekutor penalti Jerman hanya tiga kali mampu menjebol gawang Paraguay.
“Saat tersingkir dari Piala Dunia setelah bermain melawan Paraguay, rasanya sangat pahit. Sangat menyakitkan,” kata Nagelsmann seperti dikutip BBC.
“Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut. Jadi kami bukan bagian dari tim-tim papan atas lagi,” imbuhnya.
Tidak akan mundur
Kegagalan di Piala Dunia 2026 membuat Negelsmann menghadapi resiko pemecatan. Sejak menduduki kursi pelatih Timnas Jerman pada 2023, mantan pelatih Bayern Muenchen tersebut belum memberikan prestasi membanggakan. Saat Jerman menjadi tuan rumah EURO 2024, Nagelsmann hanya mampu membawa tim asuhannya bertahan hingga perempat final.
“Nagelsmann harus menghadapi konsekuensi. Ini sangat mengecewakan, tetapi itulah olahraga. Saya pasti akan mengatakan perjalanan (Jerman) berlanjut tanpa Nagelsmann,” jelas mantan pemain Timnas Jerman, Arne Friedrich di BBC Radio 5 Live.
Usai laga melawan Paraguay, Nagelsmann mengatakan dirinya bukan orang yang akan lari dari tanggung jawab. Namun, ia menyadari para pendukung Jerman tidak akan berbicara positif tentang dirinya.
Namun, ia menegaskan dirinya tidak akan mundur walau gagal membawa Jerman melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
“Saya tidak akan mundur hanya karena kami tersingkir. Jika DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) ingin saya melanjutkan, saya akan melanjutkan,” tegasnya.
Nagelsmann boleh saja berharap akan tetap bersama Tim Panser. Namun,ia harus berkaca dari apa yang terjadi pada Joachim Low dan Hansi Flick yang dipecat usai gagal di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Jika DFB memutuskan mencopot Nagelsmann, nama Jurgen Klopp berada di posisi teratas daftar calon pelatih Timnas Jerman. Mantan pelatih Liverpool tersebut dinilai menjadi pilihan terbaik bagi Jerman untuk mengembalikan harga diri sebagai salah satu tim terbaik dunia. Kita tunggu saja. (JB/03/Wid)


