Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 31/5/2026). Usainya fase puncak ibadah haji 1447 H, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai fokus pada tahap kepulangan jemaah haji ke Indonesia. Dijadwalkan, kepulangan jemaah haji ke Tanah Air akan dimulai pada 1 Juni 2026 secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Terkait kepulangan ke Indonesia, Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mempersiapkan barang bawaan dan memperhatikan seluruh ketentuan penerbangan. Kemenhaj secara khusus mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan didistribusikan kepada jemaah melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga tidak perlu dibawa secara mandiri dalam barang bawaan.
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang-barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” ungkap Kabiro Humas Kemenhaj Hasan Afandi.
Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Berjalan lancar
Terkait pelaksaan puncak ibadah haji, Hasan mengatakan berjalan lancar. Dikatakan, seluruh rangkaian puncak ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik berjalan lancar, aman, tertib, dan terkendali.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji telah berjalan dengan baik. Per 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan clear dari jemaah haji Indonesia. Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, seluruh jemaah yang mengambil Nafar Awal maupun Nafar Tsani telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Menurutnya, penyelesaian fase Mina menjadi salah satu indikator penting kelancaran operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada fase puncak haji tahun ini.
“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara jemaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam memastikan mobilisasi jemaah berlangsung aman dan lancar,” kata Hasan seperti dikutip haji.go.id.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama pelaksanaan Armuzna. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada jemaah. (JB/03/Wid)



