SIMAK, STRATEGI PEMERINTAH JAGA STABILITAS ENERGI DAN RUPIAH

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan pada koferensi pers Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026 di kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (05/05/2026). JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto

Jakarta, JaringBisnis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika global. Langkah-langkah tersebut antara lain melalui penguatan kerja sama pertukaran mata uang antarnegara (swap currency) serta diversifikasi instrumen pembiayaan negara. Selain itu juga menyiapkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam berbagai mata uang. Penjelasan tersebut dipaparkan saat menggelar koferensi pers tentang Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026 di kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (05/05/2026).

Pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas sektor energi di tengah dinamika harga minyak global. Pemerintah tidak menetapkan satu skenario tetap, melainkan kebijakan yang fleksibel sesuai perkembangan situasi. Selain itu, juga memantau realisasi harga pembelian energi yang tidak selalu mengikuti harga tertinggi di pasar global karena menggunakan rata-rata harga pembelian.

Di sisi fiskal, pemerintah juga mengalokasikan subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi. Pemerintah juga mendorong penguatan energi domestik melalui implementasi program biodiesel dan energi baru terbarukan (EBT). (JB/07/YAY)