SIAPKAN 23 DAPUR, KEMENHAJ JAMIN LAYANAN KONSUMSI BAGI JEMAAH HAJI

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan 23 dapur katering dengan standar kualitas yang telah ditetapkan untuk melayani konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. (dok kemenhaj)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 20/4/2026). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah berjalan optimal. 23 dapur katering dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Kasi Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan, menyampaikan bahwa seluruh dapur yang digandeng telah melalui proses seleksi ketat guna menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan. “Seluruh dapur sudah diseleksi dan siap melayani jemaah haji Indonesia,” ujarnya di Madinah, Minggu (19/4/2026) waktu setempat.

Selama kurang lebih sembilan hari di Madinah, jemaah akan mendapatkan konsumsi sebanyak 27 kali makan atau tiga kali sehari, mengikuti pola makan masyarakat Indonesia. Tidak hanya jumlah, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama agar tetap sesuai dengan selera jemaah.

Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan. Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia. “Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya,” kata Beny seperti dikutip haji.go.id.

Ia menambahkan, kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menjelang kedatangan jemaah haji gelombang pertama pada Rabu (22/4/2026). Seluruh aspek, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kesiapan tenaga juru masak, telah dipastikan siap.

Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan, seperti tekstur nasi yang dibuat lebih lunak atau menjadi bubur agar lebih mudah dicerna.

Pengawasan berlapis

Dalam hal pengawasan, Kemenhaj menerapkan sistem berlapis untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan. Pengawasan dilakukan sejak pengecekan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian kepada jemaah.

Pemeriksaan sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan sektor tempat jemaah menginap. Selain itu, petugas konsumsi di hotel juga melakukan pengecekan sebelum makanan disajikan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kemenhaj memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan konsumsi selama di Tanah Suci. (JB/03/Wid)