Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 18/4/2026). Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam pengelolaan keuangan dengan meningkatkan tabungan. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan porsi pendapatan yang disimpan (tabungan) meningkat menjadi 17,7 persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 16,5 persen.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya kecenderungan precautionary saving (bermain aman), di mana rumah tangga mulai menahan konsumsi dan memperkuat cadangan keuangan. Namun, menyimpan aset dalam bentuk kas bukan tanpa risiko.
Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA menyebut, menumpuk dana dalam bentuk tunai dalam jangka panjang berisiko tergerus inflasi, sehingga nilai riilnya menurun. Karena itu, memegang kas sebaiknya dilakukan secukupnya untuk kebutuhan likuiditas dan dana darurat, sementara sebagian lainnya dialokasikan ke aset atau instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai terhadap inflasi.”
Dikatakan, selain emas yang relatif tahan terhadap inflasi, instrumen lain yang cenderung lebih stabil adalah Surat Berharga Nasional (SBN).
Instrumen ini umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih terprediksi melalui pembayaran kupon, meskipun nilainya tetap dapat berfluktuasi, mengikuti kondisi pasar, terutama perubahan suku bunga. Selain itu, SBN dijamin oleh pemerintah sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
“Untuk investor pemula, fokus pada instrumen yang relatif stabil dan membangun portofolio secara bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengejar imbal hasil tinggi. Penting juga untuk menjaga diversifikasi aset dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing,” kata Ivan dalam keterangannya.
“Yang sering jadi miskonsepsi, investasi obligasi seperti SBN dianggap membutuhkan modal besar. Padahal, saat ini sudah banyak produk yang bisa dimulai dari Rp1 juta. Ini membuka peluang bagi lebih banyak orang, terutama anak muda, untuk mulai membangun portofolio sejak dini,” lanjutnya.
Bagi investor pemula, DANA menyediakan sarana yang mudah diakses untuk berinvestasi. Melalui aplikasi DANA, pengguna kini dapat membeli e-SBN dengan proses yang cepat dan terintegrasi dengan mitra distribusi resmi pemerintah.
Berbagai produk SBN Ritel yang bisa dimiliki pengguna diantaranya adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Saving Bond Retail (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), sesuai dengan jadwal yang diterbitkan oleh Pemerintah.
“Dengan dukungan teknologi dan keamanan berlapis, DANA ingin membuat investasi jadi lebih mudah diakses dan tidak terasa rumit. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai, sehingga tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian, tapi juga bisa membangun stabilitas finansial yang lebih sehat ke depan,” jelas Ivan. (JB/03/Wid)














