Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809
Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

loader-image
Jakarta, ID
16 March 2026
temperature icon 27°C
Sunrise Sunrise: 5:49 am
Sunset Sunset: 6:15 pm

KOMUNITAS SAHABAT AMANINA DAN PINTU DEPOK BERI SANTUNAN ANAK YATIM

Simbolis pemberian santunan anak yatim. Berdiri ketiga dari kiri: Ketua Komunitas Sahabat Amanina, Henny Juliana. Kedua dari kiri: Co Founder PINTU Depok, Putu Anggreni

Depok, JaringBisnis (Sabtu, 14 Maret 2026 ). Komunitas Sahabat Amanina Depok bersama Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (YMKP) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim pada, Sabtu (14/3/2026) di Toko PINTU Depok. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Depok sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dari kalangan keluarga pelaku UMKM.

Ketua Komunitas Sahabat Amanina Depok, Henny Juliana, mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh komunitas Sahabat Amanina Depok. Program ini ditujukan khusus untuk membantu anak-anak yatim yang berasal dari lingkungan keluarga pelaku UMKM di Depok.

“Kegiatan santunan anak yatim ini setiap tahun kami adakan sebagai bentuk kepedulian Sahabat Amanina kepada keluarga UMKM di Depok. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan anggota Sahabat Amanina dalam suasana Ramadan melalui buka puasa bersama,” ujar Henny.

Acara tahun ini diselenggarakan di Toko PINTU Depok, sebuah ruang usaha kreatif yang dikelola oleh Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (YMKP). Toko ini merupakan bagian dari inisiatif kreatif YMKP untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus mendukung kegiatan sosial dan literasi di berbagai daerah.

Co-Founder YMKP, Putu Anggreni, menjelaskan bahwa Toko PINTU merupakan konsep usaha sosial yang mengajak masyarakat untuk berbagi barang-barang layak pakai yang masih memenuhi isi lemari, seperti pakaian dan berbagai barang lainnya, untuk dijual kembali dengan harga terjangkau.

“Melalui Toko PINTU, kami mengumpulkan pakaian dan berbagai barang dari para sahabat yang masih layak pakai untuk dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Selain membantu masyarakat mendapatkan barang berkualitas dengan harga hemat, seluruh hasil penjualan digunakan 100 persen untuk membeli buku dan mengembangkan perpustakaan-perpustakaan desa yang kami dirikan,” jelas Putu.

Menurut Putu, pengembangan usaha kreatif seperti Toko PINTU merupakan bagian dari visi besar YMKP untuk membuka 100 Perpustakaan Desa dan Kampung di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menjaga hati, menjaga bumi, serta mendorong masyarakat agar tetap sehat, produktif, dan berdaya melalui budaya membaca.

Saat ini, perpustakaan desa yang digagas YMKP telah beraktivitas di 28 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Dua di antaranya berada di sekitar Depok, yaitu di Citayam dan Bojonggede.

Jaringan Perpustakaan Desa YMKP tersebar di berbagai daerah mulai dari Pulau Samosir di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Flores hingga Maluku Tenggara.

Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta juga mendapatkan tausiah Hikmah Ramadan yang disampaikan oleh Ustad Muda Abdullah Gymnastiar asal Gorontalo dari Pondok Pesantren At Tayba Depok. Dalam ceramahnya, ia membagikan kisah-kisah inspiratif para nabi hingga perjuangan di masa Rasulullah SAW dalam mengajak umat untuk mencintai Allah dan menjalani kehidupan dengan keimanan serta ketulusan.

Melalui kisah-kisah tersebut, para peserta diajak untuk mengambil pelajaran tentang kesabaran, keteguhan iman, serta pentingnya berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Putu menambahkan bahwa gerakan sosial YMKP juga didukung oleh para anggota komunitas yang sebagian besar merupakan entrepreneur dan financial planner yang tergabung dalam Komunitas Langkah Kemenangan Group (LKG).

“Melalui sayap yayasan ini, para mitra di Langkah Kemenangan Group dapat terus berkembang dengan visi yang lebih besar. Kami ingin terus membuka ruang kreativitas, peluang bekerja, sekaligus peluang berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Putu.

Kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi antara komunitas bisnis, pelaku UMKM, dan organisasi sosial dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, produktif, dan berdaya. (JB/02/PT/GlG)